Minggu, 08 November 2026

Rabu, 11 November 2026 PAK

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



📌 IDENTITAS
Nama Guru : Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal : Rabu, 11 November 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi
Materi: Menerapkan sikap disiplin dan mandiri dilingkungan sekolah
Pertemuan Ke: 14 (1 JP)

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap disiplin dan mandiri. Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku disiplin dan mandiri di lingkungan sekolah, membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin, serta membiasakan diri menaati aturan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa selalu bergantung kepada orang lain.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sikap disiplin dan mandiri dengan bahasa sederhana.

  2. Menyebutkan contoh perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

  3. Menyebutkan contoh perilaku mandiri di lingkungan sekolah.

  4. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.

  5. Membedakan perilaku mandiri dan tidak mandiri.

  6. Menjelaskan manfaat membiasakan sikap disiplin dan mandiri.

  7. Menunjukkan sikap disiplin dan mandiri dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

  8. Membiasakan diri menaati aturan dan bertanggung jawab terhadap tugas pribadi.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.

Hari ini kita akan belajar tentang menerapkan sikap disiplin dan mandiri di lingkungan sekolah.

Anak yang hebat adalah anak yang menaati aturan, datang tepat waktu, rajin belajar, dan mampu melakukan kegiatan sendiri.

Sikap disiplin dan mandiri harus kita biasakan sejak kecil, baik di rumah maupun di sekolah.

Coba perhatikan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut!

✏️ Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu?

✏️ Siapa yang selalu memakai seragam sesuai aturan sekolah?

✏️ Apakah kalian berbaris dengan tertib sebelum masuk kelas?

✏️ Siapa yang menyiapkan buku dan alat tulis sendiri?

✏️ Apakah kalian merapikan meja setelah selesai belajar?

✏️ Mengapa kita harus menaati aturan sekolah?

Ayo, perhatikan cerita berikut!

Cerita 1: Dina Anak yang Disiplin dan Mandiri 🎒

Dina adalah anak yang rajin, disiplin, dan mandiri.

Setiap pagi, Dina bangun tepat waktu dan bersiap untuk pergi ke sekolah.

Dina selalu datang ke sekolah sebelum bel berbunyi.

Sesampainya di kelas, Dina meletakkan tas pada tempatnya dan menyiapkan buku pelajaran sendiri.

Sebelum belajar, Dina berdoa bersama teman-temannya.

Ketika guru menjelaskan pelajaran, Dina mendengarkan dengan tertib.

Dina mengerjakan tugas sendiri dan tidak menyontek pekerjaan teman.

Setelah selesai belajar, Dina merapikan meja dan memasukkan buku ke dalam tas.

Guru merasa senang karena Dina menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Ayo, kita pahami ceritanya!

  1. Siapa anak yang memiliki sikap disiplin dan mandiri? Dina.

  2. Kapan Dina datang ke sekolah? Sebelum bel berbunyi.

  3. Apa yang dilakukan Dina sebelum belajar? Menyiapkan buku pelajaran sendiri.

  4. Bagaimana sikap Dina ketika guru menjelaskan? Mendengarkan dengan tertib.

  5. Apa yang dilakukan Dina setelah selesai belajar? Merapikan meja dan memasukkan buku ke dalam tas.

Apa saja perilaku baik yang dilakukan Dina?

🌷 Datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 Memakai seragam sesuai aturan.

🌷 Menyiapkan buku sendiri.

🌷 Mendengarkan guru dengan tertib.

🌷 Mengerjakan tugas sendiri.

🌷 Merapikan meja setelah belajar.

Melalui cerita ini, peserta didik belajar bahwa disiplin dan mandiri dapat dimulai dari kebiasaan sederhana setiap hari.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, sikap disiplin dan mandiri sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah, kita memiliki banyak aturan yang harus ditaati.

Misalnya, datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, menjaga kebersihan kelas, dan mengikuti kegiatan belajar dengan tertib.

Kita juga harus belajar melakukan kegiatan sendiri, seperti menyiapkan buku, mengerjakan tugas, dan merapikan perlengkapan sekolah.

Dengan membiasakan sikap disiplin dan mandiri, kita akan menjadi anak yang tertib, bertanggung jawab, dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Cerita 2: Riko Belajar Disiplin ⏰



Riko adalah anak kelas 1 yang sedang belajar menjadi disiplin.

Setiap pagi, Riko sering bangun terlambat sehingga terburu-buru pergi ke sekolah.

Riko juga terkadang tidak memakai perlengkapan sekolah dengan lengkap.

Ketika bel berbunyi, Riko baru sampai di sekolah.

Suatu hari, guru menasihati Riko agar membiasakan bangun lebih pagi dan menyiapkan perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

Sejak saat itu, Riko mulai mengubah kebiasaannya.

Riko bangun lebih pagi, memakai seragam lengkap, dan datang ke sekolah tepat waktu.

Riko merasa senang karena dapat mengikuti pelajaran bersama teman-temannya sejak awal.

Ayo, kita pahami ceritanya!

  1. Siapa anak yang sedang belajar disiplin? Riko.

  2. Mengapa Riko sering terlambat? Karena bangun terlambat.

  3. Apa nasihat guru kepada Riko? Membiasakan bangun pagi dan menyiapkan perlengkapan sekolah.

  4. Apa yang dilakukan Riko setelah mendapat nasihat? Bangun lebih pagi dan datang tepat waktu.

  5. Apa manfaat datang tepat waktu? Dapat mengikuti pelajaran sejak awal.

Dari cerita ini, kita belajar bahwa disiplin harus dibiasakan setiap hari.

Cerita 3: Siti Anak yang Mandiri 📚

Siti adalah anak yang rajin dan mandiri.

Setiap masuk kelas, Siti menyiapkan buku dan alat tulisnya sendiri.

Ketika pensilnya jatuh, Siti mengambilnya sendiri.

Saat guru memberikan tugas, Siti mengerjakan tugas dengan kemampuannya.

Siti tidak meminta teman mengerjakan tugasnya.

Setelah selesai belajar, Siti merapikan meja dan memasukkan buku ke dalam tas.

Guru memuji Siti karena sudah berusaha menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

Dari cerita tersebut, kita belajar:

🌷 Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.

🌷 Mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

🌷 Tidak menyontek pekerjaan teman.

🌷 Merapikan meja setelah belajar.

🌷 Menjaga barang milik sendiri.

🌷 Bertanggung jawab terhadap tugas.

Melalui cerita ini, peserta didik memahami bahwa mandiri berarti mau berusaha melakukan sesuatu sendiri. Kita tetap boleh meminta bantuan guru jika mengalami kesulitan.

💗 3. Mengenal Sikap Disiplin dan Mandiri

Sholeh dan sholehah, sekarang kita akan mengenal lebih jauh tentang sikap disiplin dan mandiri.

A. Pengertian Sikap Disiplin

Sikap disiplin adalah perilaku menaati aturan dan melakukan kegiatan dengan tertib serta tepat waktu.

Anak yang disiplin selalu berusaha mengikuti aturan yang berlaku di sekolah.

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Memakai seragam sesuai aturan.

  3. Berbaris dengan tertib.

  4. Berdoa sebelum dan sesudah belajar.

  5. Mendengarkan guru ketika menjelaskan.

  6. Mengangkat tangan sebelum berbicara.

  7. Membuang sampah pada tempatnya.

  8. Mengikuti kegiatan belajar dengan tertib.

  9. Mengumpulkan tugas tepat waktu.

  10. Mematuhi peraturan sekolah.

B. Pengertian Sikap Mandiri



Sikap mandiri adalah perilaku mampu melakukan sesuatu atau menyelesaikan tugas sendiri tanpa selalu bergantung kepada bantuan orang lain.

Anak yang mandiri mau berusaha, percaya pada kemampuannya, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

Contoh sikap mandiri di sekolah:

  1. Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

  2. Membawa perlengkapan sekolah sendiri.

  3. Meletakkan tas pada tempatnya.

  4. Mengerjakan tugas sendiri.

  5. Mengambil alat tulis yang jatuh.

  6. Merapikan meja setelah belajar.

  7. Membuang sampah pada tempatnya.

  8. Mengembalikan buku ke tempat semula.

  9. Menjaga barang milik sendiri.

  10. Mengumpulkan tugas sendiri.

C. Contoh Sikap Tidak Disiplin

Berikut contoh perilaku yang tidak menunjukkan sikap disiplin:

  1. Datang terlambat ke sekolah.

  2. Tidak memakai seragam sesuai aturan.

  3. Berlari-lari ketika berbaris.

  4. Mengganggu teman saat belajar.

  5. Tidak mendengarkan guru.

  6. Membuang sampah sembarangan.

  7. Tidak mengerjakan tugas.

  8. Tidak mematuhi aturan sekolah.

D. Contoh Sikap Tidak Mandiri

Berikut contoh perilaku yang menunjukkan kurangnya sikap mandiri:

  1. Selalu meminta teman mengambilkan alat tulis.

  2. Meminta orang lain mengerjakan tugas.

  3. Tidak mau merapikan meja sendiri.

  4. Selalu meminta bantuan untuk hal yang bisa dilakukan sendiri.

  5. Tidak mau berusaha ketika menghadapi kesulitan.

  6. Membiarkan barang pribadi berserakan.

  7. Selalu menunggu teman menyelesaikan pekerjaan.

E. Manfaat Memiliki Sikap Disiplin dan Mandiri

Sholeh dan sholehah, sikap disiplin dan mandiri memiliki banyak manfaat.

🌷 1. Melatih Tanggung Jawab

Kita belajar bertanggung jawab terhadap tugas dan barang milik sendiri.

Contoh: Merapikan alat tulis setelah belajar.

🌷 2. Menjadi Anak yang Tertib

Kita terbiasa menaati aturan sekolah.

Contoh: Berbaris dengan tertib sebelum masuk kelas.

🌷 3. Melatih Percaya Diri

Kita menjadi lebih yakin terhadap kemampuan diri sendiri.

Contoh: Berani mengerjakan tugas sendiri.

🌷 4. Menghargai Waktu

Kita belajar menggunakan waktu dengan baik.

Contoh: Datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 5. Tidak Bergantung kepada Orang Lain

Kita terbiasa berusaha melakukan sesuatu sendiri.

Contoh: Menyiapkan buku pelajaran sendiri.

🌷 6. Melatih Kejujuran

Kita belajar mengerjakan tugas sesuai kemampuan sendiri tanpa menyontek.

Contoh: Mengerjakan soal tanpa melihat jawaban teman.

💗 4. Mengenal Perilaku Disiplin dan Mandiri di Sekolah

Ayo, perhatikan beberapa contoh perilaku berikut!

A. Perilaku Disiplin

  • Datang ke sekolah tepat waktu.

  • Memakai seragam lengkap.

  • Berbaris dengan tertib.

  • Mendengarkan guru.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Menaati aturan sekolah.

B. Perilaku Tidak Disiplin



  • Datang terlambat.

  • Tidak memakai seragam sesuai aturan.

  • Mengganggu teman saat belajar.

  • Tidak mau berbaris.

  • Membuang sampah sembarangan.

  • Tidak mematuhi aturan sekolah.

C. Perilaku Mandiri



  • Menyiapkan buku sendiri.

  • Mengerjakan tugas sendiri.

  • Merapikan meja setelah belajar.

  • Mengembalikan alat tulis ke tempatnya.

  • Menjaga barang milik sendiri.

  • Memasukkan buku ke dalam tas sendiri.

D. Perilaku Tidak Mandiri

  • Meminta teman mengerjakan tugas.

  • Selalu meminta orang lain mengambilkan barang.

  • Tidak mau merapikan meja.

  • Membiarkan alat tulis berserakan.

  • Tidak mau berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri.

E. Perbedaan Perilaku Baik dan Tidak Baik

Perilaku Baik

Perilaku Tidak Baik

Datang tepat waktu.

Datang terlambat.

Berbaris dengan tertib.

Berebut saat berbaris.

Mendengarkan guru.

Mengganggu teman.

Mengerjakan tugas sendiri.

Menyontek tugas teman.

Menyiapkan buku sendiri.

Meminta teman menyiapkan buku.

Merapikan meja.

Membiarkan meja berantakan.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

Anak yang hebat adalah anak yang menaati aturan, mau berusaha, tidak mudah menyerah, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

💗 5. Keterkaitan dengan Nilai Pendidikan Anti Korupsi

Sholeh dan sholehah, sikap disiplin dan mandiri merupakan nilai penting dalam Pendidikan Anti Korupsi.

Disiplin mengajarkan kita untuk menaati aturan dan menghargai waktu.

Mandiri mengajarkan kita untuk berusaha melakukan sesuatu dengan kemampuan sendiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Kedua sikap tersebut perlu dibiasakan sejak kecil agar kita tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.

Contoh penerapan nilai disiplin:

🌷 Datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 Menaati peraturan sekolah.

🌷 Mengikuti kegiatan belajar dengan tertib.

🌷 Mengumpulkan tugas sesuai waktu.

🌷 Menjaga kebersihan kelas.

Contoh penerapan nilai mandiri:

🌷 Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.

🌷 Mengerjakan tugas tanpa menyontek.

🌷 Merapikan meja setelah belajar.

🌷 Menjaga barang milik sendiri.

🌷 Berusaha menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar bahwa anak yang disiplin dan mandiri akan terbiasa melakukan hal yang benar, menaati aturan, serta bertanggung jawab terhadap kewajibannya.

Mari kita biasakan sikap disiplin dan mandiri sejak kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.

💗 6. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT dan Asmaul Husna

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan untuk belajar, berpikir, dan melakukan kebaikan.

Allah memberikan kita waktu, kesehatan, tangan, kaki, dan akal untuk digunakan dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu, kita harus bersyukur dengan cara melakukan kegiatan yang bermanfaat, menaati aturan, dan bertanggung jawab.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-'Ashr yang mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menghargai waktu.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar:

🌷 Menggunakan waktu untuk kegiatan yang baik.

🌷 Datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 Melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab.

🌷 Berusaha melakukan kegiatan sendiri.

🌷 Menaati aturan sebagai bentuk perilaku baik.

🌷 1. Al-Matin — Maha Kokoh

Allah SWT memiliki nama Al-Matin, artinya Maha Kokoh.

Kita dapat belajar memiliki pendirian yang kuat untuk melakukan kebaikan.

Contoh penerapan:

  • Tetap menaati aturan sekolah.

  • Tidak ikut mengganggu teman.

  • Tetap mengerjakan tugas dengan jujur.

  • Tidak mudah menyerah ketika belajar.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar memiliki keteguhan hati dalam melakukan kebaikan.

🌷 2. Al-Qawiyy — Maha Kuat

Allah SWT memiliki nama Al-Qawiyy, artinya Maha Kuat.

Kita harus menggunakan kemampuan yang diberikan Allah SWT untuk melakukan hal-hal baik.

Contoh penerapan:

  • Berusaha mengerjakan tugas sendiri.

  • Berani mencoba hal baru.

  • Merapikan perlengkapan sekolah sendiri.

  • Tidak mudah menyerah.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar menjadi anak yang kuat, berani, dan mandiri.

🌷 3. Al-Bashir — Maha Melihat

Allah SWT memiliki nama Al-Bashir, artinya Maha Melihat.

Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Walaupun tidak ada guru yang mengawasi, kita harus tetap menaati aturan dan melakukan kebaikan.

Contoh penerapan:

  • Tetap membuang sampah pada tempatnya.

  • Mengerjakan tugas dengan jujur.

  • Tidak menyontek pekerjaan teman.

  • Tetap bertanggung jawab meskipun tidak diawasi.

Pesan: Anak yang hebat adalah anak yang disiplin, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab.

Yuk, kita belajar menjadi anak yang selalu melakukan kebaikan!

🌷 7. Kegiatan Pembelajaran

Yuk, kita belajar menerapkan sikap disiplin dan mandiri di sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan!

A. Ayo Amati dan Pahami!

Guru menunjukkan beberapa gambar perilaku anak di lingkungan sekolah.

Peserta didik mengamati gambar dengan saksama.

Guru mengajak peserta didik mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan sikap disiplin, tidak disiplin, mandiri, dan tidak mandiri.

Contoh kegiatan:

  1. Anak datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Anak terlambat datang ke sekolah.

  3. Anak berbaris dengan tertib.

  4. Anak mengganggu teman saat belajar.

  5. Anak menyiapkan buku sendiri.

  6. Anak meminta teman mengerjakan tugas.

  7. Anak merapikan meja setelah belajar.

  8. Anak membuang sampah sembarangan.

Ayo, jawab pertanyaan berikut!

  1. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?

  2. Bagaimana sikap kita ketika guru menjelaskan?

  3. Apa yang harus dilakukan sebelum belajar?

  4. Mengapa kita harus mengerjakan tugas sendiri?

  5. Apa manfaat menaati aturan sekolah?

B. Ayo Praktik Menjadi Anak Disiplin dan Mandiri!

Guru mengajak peserta didik melakukan kegiatan sederhana di dalam kelas.

Peserta didik diminta melakukan kegiatan secara mandiri dan tertib.

Contoh kegiatan:

  1. Berbaris dengan tertib.

  2. Menyiapkan buku dan alat tulis sendiri.

  3. Duduk dengan rapi sebelum belajar.

  4. Mendengarkan penjelasan guru.

  5. Mengerjakan tugas sendiri.

  6. Membuang sampah pada tempatnya.

  7. Merapikan meja belajar.

  8. Memasukkan buku ke dalam tas.

Guru mengamati peserta didik ketika melakukan kegiatan tersebut.

Setelah selesai, guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah menunjukkan sikap disiplin dan mandiri.

C. Ayo Diskusi Bersama!

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil atau berpasangan.

Setiap kelompok mendapatkan contoh permasalahan sederhana tentang sikap disiplin dan mandiri di sekolah.

Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.

Contoh permasalahan:

Situasi 1: Rina selalu datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Apakah Rina sudah menunjukkan sikap disiplin? Mengapa?

Situasi 2: Budi sering terlambat datang ke sekolah. Apakah perilaku Budi termasuk disiplin?

Situasi 3: Siti menyiapkan buku dan alat tulisnya sendiri sebelum belajar. Sikap baik apa yang ditunjukkan Siti?

Situasi 4: Andi meminta temannya mengerjakan tugas karena tidak mau berusaha sendiri. Apakah perilaku Andi termasuk mandiri?

Setelah berdiskusi, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara sederhana.

Guru memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik.

D. Ayo Bermain "Aku Anak Disiplin dan Mandiri!" 🌷

Guru membacakan beberapa contoh perilaku.

Peserta didik mendengarkan dan menentukan apakah perilaku tersebut menunjukkan sikap disiplin atau mandiri.

Aturan permainan:

  • Jika perilaku menunjukkan sikap disiplin, peserta didik mengangkat kedua tangan.

  • Jika perilaku menunjukkan sikap mandiri, peserta didik bertepuk tangan satu kali.

  • Jika perilaku tidak baik, peserta didik meletakkan kedua tangan di atas meja.

Contoh perilaku:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Meminta teman mengerjakan tugas.

  3. Merapikan meja setelah belajar.

  4. Mengganggu teman saat belajar.

  5. Memakai seragam sesuai aturan.

  6. Menyiapkan buku sendiri.

  7. Membuang sampah sembarangan.

  8. Berbaris dengan tertib.

  9. Mengerjakan tugas tanpa menyontek.

  10. Mengembalikan buku ke tempat semula.

Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan berani menjawab.

E. Ayo Biasakan Sikap Disiplin dan Mandiri!

Guru mengajak peserta didik menyebutkan satu kegiatan disiplin dan mandiri yang akan dilakukan setiap hari di sekolah.

Contohnya:

🌷 Saya akan datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 Saya akan memakai seragam sesuai aturan.

🌷 Saya akan berbaris dengan tertib.

🌷 Saya akan menyiapkan buku sendiri.

🌷 Saya akan mengerjakan tugas sendiri.

🌷 Saya akan merapikan meja setelah belajar.

🌷 Saya akan membuang sampah pada tempatnya.

🌷 Saya akan menaati peraturan sekolah.

Peserta didik menyampaikan janji sederhana untuk menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

💗 LATIHAN MANDIRI

Ayo, kerjakan soal berikut dengan benar!

A. Berilah tanda centang (✓) pada perilaku yang menunjukkan sikap disiplin dan mandiri!

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Meminta teman mengerjakan tugas.

  3. Berbaris dengan tertib.

  4. Menyiapkan buku sendiri.

  5. Mengganggu teman saat belajar.

  6. Membuang sampah pada tempatnya.

  7. Merapikan meja setelah belajar.

  8. Datang terlambat ke sekolah.

B. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap disiplin?

  2. Apa yang dimaksud dengan sikap mandiri?

  3. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di sekolah!

  4. Sebutkan dua contoh sikap mandiri di sekolah!

  5. Mengapa kita harus menaati aturan sekolah?

💗 PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang menerapkan sikap disiplin dan mandiri di lingkungan sekolah. 💗

Kita telah belajar mengenal pengertian sikap disiplin dan mandiri, contoh perilaku baik dan tidak baik, serta manfaat membiasakan sikap disiplin dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Ingat ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Biasakan datang ke sekolah tepat waktu.

🌷 Gunakan seragam sesuai aturan sekolah.

🌷 Berbarislah dengan tertib.

🌷 Dengarkan guru ketika menjelaskan.

🌷 Siapkan perlengkapan sekolah sendiri.

🌷 Kerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

🌷 Jagalah kebersihan kelas.

🌷 Bertanggung jawablah terhadap tugas sendiri.

🌷 Jangan mudah menyerah ketika mengalami kesulitan.

Semoga kita menjadi anak yang saleh dan salehah, disiplin, mandiri, jujur, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 07 November 2026

Rabu, 11 November 2026 Pendidikan Pancasila

  KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



📌 IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 11 November 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi : Menceritakan pengalaman sederhana ketika mematuhi aturan di rumah.
Pertemuan Ke: 6 (2 JP)

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga serta menunjukkan perilaku mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman sederhana ketika menaati aturan di rumah dengan bahasa yang santun dan percaya diri.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian aturan di rumah.

  2. Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

  3. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di rumah.

  4. Mengidentifikasi perilaku yang menunjukkan sikap mematuhi aturan.

  5. Menyebutkan pengalaman sederhana ketika mematuhi aturan di rumah.

  6. Menceritakan pengalaman mematuhi aturan menggunakan kalimat sederhana.

  7. Menunjukkan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

  8. Membiasakan diri menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

💗 KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik diajak mengingat kembali kegiatan yang biasa dilakukan di rumah bersama keluarga.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Siapa yang selalu merapikan tempat tidur setelah bangun tidur?

  • Apakah kalian membantu orang tua di rumah?

  • Apa yang kalian lakukan setelah selesai bermain?

  • Apakah kalian selalu berpamitan ketika pergi ke luar rumah?

  • Pernahkah kalian mendapatkan pujian karena mematuhi aturan di rumah?

Peserta didik diberikan kesempatan untuk menjawab berdasarkan pengalaman masing-masing.

Guru menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang harus dipatuhi agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Meaningful (Bermakna)

A. Pengertian Mematuhi Aturan di Rumah

Aturan adalah ketentuan yang harus kita taati dan laksanakan.

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Di rumah, setiap anggota keluarga harus menaati aturan. Anak-anak juga memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan yang dibuat oleh orang tua.

Contohnya:

  • Bangun tidur tepat waktu.

  • Merapikan tempat tidur.

  • Berdoa sebelum makan.

  • Belajar sesuai jadwal.

  • Membantu orang tua.

  • Meminta izin ketika ingin pergi.

  • Tidur tepat waktu.

B. Contoh Pengalaman Mematuhi Aturan di Rumah

Setiap anak tentu memiliki pengalaman dalam mematuhi aturan di rumah.

Berikut beberapa contoh pengalaman sederhana:

1. Merapikan tempat tidur

Setiap bangun tidur, saya merapikan tempat tidur agar kamar terlihat rapi.

2. Membantu orang tua

Saya membantu ibu menyapu lantai agar rumah tetap bersih.

3. Belajar tepat waktu

Saya belajar pada sore hari sesuai jadwal yang diberikan orang tua.

4. Menyimpan mainan

Setelah bermain, saya mengembalikan mainan ke tempatnya.

5. Meminta izin

Ketika ingin bermain ke rumah teman, saya meminta izin kepada ayah dan ibu.



C. Manfaat Mematuhi Aturan di Rumah

Mematuhi aturan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan keluarga.

Manfaatnya antara lain:

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin.

  • Melatih tanggung jawab.

  • Membuat orang tua merasa senang.

  • Pekerjaan rumah menjadi lebih ringan.

  • Hubungan keluarga menjadi harmonis.

  • Kita terbiasa melakukan perbuatan baik.

D. Cara Menceritakan Pengalaman Mematuhi Aturan

Saat menceritakan pengalaman, kita harus menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Ceritakan kegiatan yang pernah dilakukan.

  2. Sebutkan aturan yang dipatuhi.

  3. Ceritakan kapan kegiatan itu dilakukan.

  4. Jelaskan manfaat dari kegiatan tersebut.

  5. Gunakan bahasa yang santun dan percaya diri.

E. Contoh Cerita Pengalaman Sederhana

Pengalamanku Membantu Ibu

Namaku Rani.

Setiap pagi aku bangun tidur tepat waktu.

Aku selalu merapikan tempat tidur sendiri.

Setelah itu, aku membantu ibu menyapu lantai.

Ibu merasa senang melihatku rajin membantu.

Aku senang karena sudah mematuhi aturan di rumah.

F. Contoh Kalimat untuk Menceritakan Pengalaman

Peserta didik dapat menggunakan kalimat berikut:

  • Saya selalu bangun pagi.

  • Saya merapikan tempat tidur sendiri.

  • Saya membantu ibu membersihkan rumah.

  • Saya belajar sesuai jadwal.

  • Saya menyimpan mainan setelah bermain.

  • Saya meminta izin sebelum pergi.

  • Saya tidur tepat waktu.

3. Menghubungkan dengan Kebesaran Allah SWT

Allah SWT mengajarkan kita untuk melakukan perbuatan baik, menaati aturan, dan menghormati orang tua.

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Ketika kita membantu orang tua, menjaga kebersihan, serta melakukan kewajiban dengan baik, kita sedang membiasakan diri melakukan kebaikan.

Pesan kebaikan:

"Anak yang sholeh dan sholehah selalu menaati aturan, menghormati orang tua, dan melaksanakan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab."

Asmaul Husna:

  • Ar-Raqib artinya Allah Maha Mengawasi. Kita harus selalu berbuat baik meskipun tidak sedang dilihat orang lain.

  • Al-Barr artinya Allah Maha Baik. Kita hendaknya membiasakan diri melakukan kebaikan kepada orang tua dan keluarga.

💗 MENGGEMBIRAKAN (Kegiatan Peserta Didik)

A. Ayo Mengamati Gambar!

Amatilah gambar berikut. Ceritakan kegiatan yang dilakukan anak-anak dalam gambar!


Pertanyaan:

  1. Apa yang dilakukan anak pada gambar pertama?

  2. Bagaimana sikap anak yang membantu orang tua?

  3. Mengapa mainan harus dirapikan setelah digunakan?

  4. Apa manfaat belajar sesuai jadwal?

B. Ayo Lengkapi Kalimat!

Lengkapilah kalimat berikut sesuai pengalamanmu!

  1. Setiap bangun tidur, saya merapikan ....

  2. Setelah bermain, saya menyimpan ....

  3. Saya membantu ibu membersihkan ....

  4. Sebelum pergi bermain, saya meminta ... kepada orang tua.

  5. Saya belajar pada waktu yang telah ....

C. Ayo Ceritakan Pengalamanmu!

Ceritakan satu pengalamanmu ketika mematuhi aturan di rumah!

Gunakan panduan berikut:

  • Aturan apa yang kamu patuhi?

  • Kapan kamu melakukannya?

  • Apa yang kamu lakukan?

  • Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?

Contoh:

"Saya selalu merapikan mainan setelah bermain. Saya melakukannya agar rumah tetap rapi. Saya merasa senang karena sudah menaati aturan."

D. Ayo Praktikkan!

Peserta didik diminta memilih satu kegiatan sederhana yang menunjukkan sikap mematuhi aturan.

Contohnya:

  • Merapikan buku dan alat tulis.

  • Menyusun sepatu dengan rapi.

  • Melipat perlengkapan belajar.

  • Memasukkan mainan ke dalam kotak.

Setelah praktik, peserta didik menceritakan kegiatan yang telah dilakukan di depan kelas.

💗 PENUTUP

Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.

Kesimpulan:

Mematuhi aturan di rumah merupakan kewajiban setiap anggota keluarga. Contohnya adalah bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, membantu orang tua, belajar sesuai jadwal, dan menyimpan mainan setelah digunakan.

Setiap pengalaman mematuhi aturan dapat diceritakan menggunakan kalimat sederhana. Dengan menaati aturan, kita menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Pesan untuk peserta didik:

"Anak hebat selalu menaati aturan di rumah. Jangan lupa membantu orang tua dan melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab!"


Rabu, 11 November 2026 Matematika

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



📌 IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 11 November 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Matematika
Materi : Menentukan kalimat matematika penjumlahan dari gambar
Pertemuan Ke: 3 (2 JP)

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami konsep penjumlahan bilangan sederhana melalui benda konkret dan gambar. Peserta didik dapat mengamati gambar, menghitung jumlah benda, menentukan operasi penjumlahan, serta menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol tambah (+) dan sama dengan (=) dengan benar.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Mengenal simbol penjumlahan (+).

  2. Mengenal simbol sama dengan (=).

  3. Memahami konsep penjumlahan melalui gambar.

  4. Menghitung jumlah benda pada gambar.

  5. Menentukan kalimat matematika penjumlahan berdasarkan gambar.

  6. Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol (+) dan (=).

  7. Menentukan hasil penjumlahan bilangan sederhana.

  8. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

🌷 1. Mindful (Berkesadaran)

Sholeh dan sholehah, setiap hari kita sering melakukan kegiatan penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya ketika kita memiliki beberapa buah apel, kemudian mendapatkan tambahan apel dari ibu.

Jumlah apel kita akan bertambah.

Dalam matematika, kegiatan menambahkan jumlah benda disebut penjumlahan.

Penjumlahan menggunakan simbol tambah (+), sedangkan simbol sama dengan (=) digunakan untuk menunjukkan hasil penjumlahan.

Sebelum belajar, mari perhatikan pertanyaan berikut!

✏️ Apakah kalian pernah menghitung jumlah buah?

✏️ Jika kamu memiliki 2 apel dan mendapatkan 3 apel lagi, berapa jumlah semuanya?

✏️ Pernahkah kalian menghitung jumlah pensil dan buku?

✏️ Tahukah kalian simbol yang digunakan untuk penjumlahan?

✏️ Bagaimana cara menuliskan penjumlahan dari sebuah gambar?

Yuk, perhatikan gambar berikut!

Perhatikan gambar di atas!

  • Ada 2 buah apel.

  • Ada tambahan 3 buah apel.

  • Jumlah seluruh apel ada 5 buah.

Maka kalimat matematikanya adalah:

2 + 3 = 5

Dua ditambah tiga sama dengan lima.

Melalui kegiatan ini, kita belajar bahwa gambar dapat membantu kita menentukan kalimat matematika penjumlahan.

🌷 2. Meaningful (Bermakna)

Sholeh dan sholehah, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan kegiatan penjumlahan.

Contohnya:

  • Menghitung jumlah buah di dalam keranjang.

  • Menghitung jumlah pensil di dalam kotak.

  • Menghitung jumlah mainan.

  • Menghitung jumlah bunga di taman.

  • Menghitung jumlah permen yang dimiliki.

Dalam matematika, kita menggunakan simbol untuk menuliskan penjumlahan.

Yuk, kenali simbol berikut!

+

Simbol tambah

Artinya ditambah

=

Simbol sama dengan

Artinya memiliki nilai yang sama

Contoh:

3 + 2 = 5

Dibaca: Tiga ditambah dua sama dengan lima.

Artinya:

  • Angka 3 adalah jumlah benda pertama.

  • Angka 2 adalah jumlah benda tambahan.

  • Angka 5 adalah jumlah seluruh benda.

Melalui contoh tersebut, kita belajar bahwa simbol (+) dan (=) sangat penting dalam menuliskan kalimat matematika penjumlahan.

💗 3. Mengenal Kalimat Matematika Penjumlahan dari Gambar

Sholeh dan sholehah, kalimat matematika adalah bentuk penulisan suatu kegiatan berhitung menggunakan angka dan simbol matematika.

Untuk menentukan kalimat matematika penjumlahan dari gambar, kita harus mengamati dan menghitung jumlah benda terlebih dahulu.

A. Contoh 1: Penjumlahan Buah Apel

Perhatikan gambar!

  • Kelompok pertama ada 2 apel.

  • Kelompok kedua ada 3 apel.

  • Jumlah seluruhnya ada 5 apel.

Jadi:

2 + 3 = 5

B. Contoh 2: Penjumlahan Bunga

Perhatikan gambar!

  • Ada 2 bunga kuning.

  • Ada 4 bunga merah muda.

  • Jumlah seluruhnya ada 6 bunga.

Jadi:

2 + 4 = 6

C. Contoh 3: Penjumlahan Balon

Perhatikan gambar!

  • Kelompok pertama ada 3 balon.

  • Kelompok kedua ada 4 balon.

  • Jumlah seluruhnya ada 7 balon.

Jadi:

3 + 4 = 7

Ingat, ya!

🌷 Hitung jumlah benda pada kelompok pertama.

🌷 Hitung jumlah benda pada kelompok kedua.

🌷 Gunakan simbol tambah (+).

🌷 Hitung jumlah seluruh benda.

🌷 Tuliskan hasilnya setelah simbol sama dengan (=).

💗 4. Memahami Hubungan Gambar dengan Kalimat Matematika

Gambar dapat membantu kita memahami penjumlahan dengan lebih mudah.

Perhatikan contoh berikut!

Contoh 1

Ada 4 buah stroberi dan 2 buah stroberi.

Jika digabungkan, jumlahnya menjadi 6 buah stroberi.

Jadi:

4 + 2 = 6

Contoh 2

Ada 3 anak ayam dan 3 anak ayam.

Jumlah seluruhnya adalah 6 anak ayam.

Jadi:

3 + 3 = 6

Contoh 3

Ada 5 wortel dan 2 wortel.

Jumlah seluruhnya adalah 7 wortel.

Jadi:

5 + 2 = 7

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

Simbol (+) berarti menambahkan jumlah benda.

Simbol (=) berarti sama dengan.

Angka setelah simbol (=) menunjukkan hasil penjumlahan.

💗 5. Cara Menentukan Kalimat Matematika Penjumlahan dari Gambar

Yuk, ikuti langkah-langkah berikut!

Langkah 1: Amati gambar.

Perhatikan gambar dengan saksama.

Langkah 2: Hitung kelompok pertama.

Hitung jumlah benda pada kelompok pertama.

Langkah 3: Hitung kelompok kedua.

Hitung jumlah benda pada kelompok kedua.

Langkah 4: Tentukan operasi penjumlahan.

Gunakan simbol tambah (+) untuk menggabungkan kedua kelompok benda.

Langkah 5: Hitung jumlah seluruh benda.

Gabungkan dan hitung semua benda.

Langkah 6: Tuliskan kalimat matematika.

Tuliskan angka dan simbol matematika dengan benar.

Contoh:

Perhatikan gambar tersebut!

  • Kelompok pertama = 3 apel.

  • Kelompok kedua = 2 apel.

  • Jumlah seluruh apel = 5 apel.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah seluruh apel adalah 5 buah.

💗 6. Contoh Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Buah Jeruk

Ibu memiliki 2 buah jeruk. Kemudian, ibu membeli 3 buah jeruk lagi.

Berapa jumlah seluruh jeruk ibu?

Penyelesaian:

2 + 3 = 5

Jadi, jumlah seluruh jeruk ibu adalah 5 buah.

Contoh 2: Pensil

Siti memiliki 4 pensil. Ayah memberikan 2 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

Penyelesaian:

4 + 2 = 6

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 6 buah.

Contoh 3: Kupu-Kupu

Di taman ada 3 kupu-kupu. Kemudian, datang 4 kupu-kupu lagi.

Berapa jumlah seluruh kupu-kupu?

Penyelesaian:

3 + 4 = 7

Jadi, jumlah seluruh kupu-kupu adalah 7 ekor.

💗 7. Mengenal Kalimat Matematika yang Benar dan Salah

Sholeh dan sholehah, kita harus teliti ketika menentukan kalimat matematika berdasarkan gambar.

Perhatikan contoh berikut!

Kalimat Matematika

Keterangan

2 + 3 = 5

Benar

4 + 2 = 6

Benar

3 + 3 = 6

Benar

5 + 2 = 8

Salah

4 + 4 = 7

Salah

Mengapa ada kalimat matematika yang salah?

Karena hasil penjumlahannya tidak sesuai dengan jumlah benda pada gambar.

Contoh:

5 + 2 = 8

Seharusnya:

5 + 2 = 7

Jadi, kita harus menghitung dengan teliti sebelum menuliskan hasilnya.

💗 8. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT

Sholeh dan sholehah, Allah SWT menciptakan berbagai macam benda dan makhluk di alam semesta.

Ada buah-buahan, bunga, hewan, dan tumbuhan yang dapat kita hitung.

Kita dapat belajar matematika melalui benda-benda ciptaan Allah SWT.

Melalui pembelajaran ini, kita belajar:

🌷 Bersyukur atas nikmat Allah SWT.

🌷 Menghitung benda dengan teliti.

🌷 Belajar berbagi dengan teman.

🌷 Menghargai berbagai ciptaan Allah SWT.

🌷 Menggunakan kemampuan berhitung untuk kegiatan yang bermanfaat.

Mari kita belajar matematika sambil mensyukuri kebesaran Allah SWT.

Alhamdulillah. 🤲💗

💗 9. Keterkaitan dengan Asmaul Husna

🌷 1. Al-'Alim — Maha Mengetahui

Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kita belajar dengan sungguh-sungguh karena Allah mengetahui semua yang kita lakukan.

Contoh:

Guru: "Berapakah jumlah 3 apel ditambah 2 apel?"

Aisyah: "Jumlahnya 5 apel, Bu Guru."

Guru: "Bagus, Aisyah!"

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menghitung dengan teliti dan bersungguh-sungguh.

🌷 2. Al-Hasib — Maha Membuat Perhitungan

Allah SWT memiliki nama Al-Hasib, yang mengajarkan kita untuk mengingat pentingnya perhitungan.

Kita dapat membiasakan diri menghitung dengan cermat dan teliti.

Contoh:

Ibu: "Ada 4 buah jeruk. Ayah membeli 3 jeruk lagi. Berapa jumlah semuanya?"

Edo: "Jumlahnya 7 jeruk, Bu."

Ibu: "Pintar sekali!"

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menghitung jumlah benda dan menentukan hasil penjumlahan.

💗 10. Kegiatan Pembelajaran

🌷 A. Ayo, Amati Gambar!

Perhatikan gambar berikut!

Ada 2 apel merah dan 4 apel hijau.

Tuliskan kalimat matematikanya!

..... + ..... = .....

Jawaban: ....................................

💗 B. Ayo, Lengkapi!

Isilah titik-titik dengan jawaban yang benar!

  1. 2 + 3 = ....

  2. 4 + 2 = ....

  3. 5 + 3 = ....

  4. 6 + 2 = ....

  5. 7 + 2 = ....

  6. 5 + 5 = ....

  7. 8 + 2 = ....

  8. 6 + 4 = ....

  9. 9 + 3 = ....

  10. 10 + 5 = ....

💗 C. Ayo, Tentukan Kalimat Matematikanya!

Amati gambar dan tuliskan kalimat matematika penjumlahannya!

1. ..... + ..... = .....

2. ... + ..... = .....

3. ..... + ..... = .....

4. ..... + ..... = .....

5. ..... + ..... = .....

💗 D. Ayo, Selesaikan Soal Cerita!

Bacalah soal berikut dengan teliti!

1. Ani mempunyai 3 permen. Ibu memberikan 4 permen lagi. Berapa jumlah permen Ani sekarang?

2. Budi mempunyai 5 kelereng. Ayah memberikan 2 kelereng lagi. Berapa jumlah kelereng Budi?

3. Di taman ada 4 kupu-kupu. Kemudian datang 3 kupu-kupu lagi. Berapa jumlah seluruh kupu-kupu?

4. Siti memiliki 6 pensil. Kakak memberikan 3 pensil lagi. Berapa jumlah pensil Siti?

5. Ibu membeli 8 buah apel. Kemudian ayah membeli 2 apel lagi. Berapa jumlah seluruh apel?

🌷 E. Ayo, Praktikkan!

Berpasanganlah dengan temanmu.

Siapkan beberapa benda, seperti pensil, penghapus, tutup botol, atau stik es krim.

Lakukan kegiatan berikut:

  1. Siapkan 10 benda.

  2. Pisahkan benda menjadi dua kelompok.

  3. Hitung jumlah benda pada kelompok pertama.

  4. Hitung jumlah benda pada kelompok kedua.

  5. Gabungkan kedua kelompok.

  6. Hitung jumlah seluruh benda.

  7. Tuliskan kalimat matematika penjumlahannya.

Contoh:

3 + 2 = 5

Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat memahami penjumlahan secara langsung menggunakan benda konkret.

💗 PENUTUP

Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita sudah belajar tentang Menentukan Kalimat Matematika Penjumlahan dari Gambar. 💗

Kita belajar mengenal simbol penjumlahan (+), simbol sama dengan (=), menghitung jumlah benda pada gambar, serta menuliskan kalimat matematika penjumlahan dengan benar.

Ingat, ya, sholeh dan sholehah!

🌷 Aku dapat menghitung jumlah benda pada gambar.

🌷 Aku mengenal simbol penjumlahan (+).

🌷 Aku mengenal simbol sama dengan (=).

🌷 Aku dapat menentukan kalimat matematika dari gambar.

🌷 Aku dapat menghitung hasil penjumlahan.

🌷 Aku mengerjakan soal dengan teliti.

Semoga kita menjadi anak yang rajin belajar, teliti, mandiri, dan pandai bersyukur kepada Allah SWT.

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

LKPD :



Selasa, 11 November 2026 Pendidikan Pancasila

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



📌 IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal: Selasa, 10 November 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi : Menunjukkan sikap mematuhi aturan melalui kebersihan dan kerapihan ruumah
Pertemuan Ke: 5 (2 JP)

💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan menunjukkan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, khususnya aturan menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Peserta didik memahami manfaat menaati aturan serta membiasakan perilaku hidup bersih, rapi, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

💗 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian aturan di lingkungan rumah.

  2. Menyebutkan contoh aturan menjaga kebersihan rumah.

  3. Menyebutkan contoh aturan menjaga kerapian rumah.

  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan kebersihan dan kerapian rumah.

  5. Membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan di rumah.

  6. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan rumah.

  7. Mempraktikkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

  8. Menceritakan pengalaman mematuhi aturan di rumah.

💗 KEGIATAN PEMBELAJARAN

1. Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik diajak mengamati keadaan rumah masing-masing.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

  • Siapa yang suka membantu membersihkan rumah?

  • Di mana kalian meletakkan sepatu setelah digunakan?

  • Apa yang kalian lakukan setelah bermain?

  • Apakah kalian merapikan mainan setelah selesai digunakan?

  • Mengapa rumah harus dijaga kebersihan dan kerapiannya?

Peserta didik menyimak penjelasan guru bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

2. Meaningful (Bermakna)

A. Pengertian Aturan di Rumah

Aturan adalah ketentuan yang harus kita patuhi agar kehidupan menjadi tertib dan nyaman.

Di rumah terdapat aturan yang dibuat untuk seluruh anggota keluarga. Salah satunya adalah aturan menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

Contoh aturan di rumah:

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur.

  • Meletakkan sepatu di rak sepatu.

  • Mengembalikan mainan setelah digunakan.

  • Menjaga kebersihan kamar mandi.

  • Membantu menyapu lantai.



B. Aturan Menjaga Kebersihan Rumah

Rumah yang bersih membuat keluarga merasa nyaman dan sehat.

Contoh sikap menjaga kebersihan rumah:

  1. Membuang sampah pada tempatnya.

  2. Menyapu lantai yang kotor.

  3. Mengelap meja setelah digunakan.

  4. Mencuci tangan sebelum makan.

  5. Tidak mencoret-coret dinding.

  6. Membantu membersihkan halaman rumah.



C. Aturan Menjaga Kerapian Rumah

Rumah yang rapi membuat barang-barang mudah ditemukan dan ruangan terlihat nyaman.

Contoh sikap menjaga kerapian rumah:

  1. Merapikan tempat tidur.

  2. Menyimpan mainan setelah bermain.

  3. Meletakkan sepatu di rak.

  4. Menggantung pakaian pada tempatnya.

  5. Menyimpan buku di rak buku.

  6. Merapikan meja belajar setelah digunakan.



D. Manfaat Mematuhi Aturan Kebersihan dan Kerapian Rumah

Jika kita mematuhi aturan di rumah, banyak manfaat yang kita dapatkan, yaitu:

  • Rumah menjadi bersih.

  • Rumah terlihat rapi dan indah.

  • Keluarga merasa nyaman.

  • Terhindar dari kuman dan penyakit.

  • Barang-barang mudah ditemukan.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Membantu meringankan pekerjaan orang tua.



E. Perilaku yang Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Aturan

Kita harus membiasakan perilaku yang baik di rumah.

Perilaku sesuai aturan

Perilaku tidak sesuai aturan

Membuang sampah di tempat sampah

Membuang sampah sembarangan

Merapikan mainan

Membiarkan mainan berserakan

Menyimpan sepatu di rak

Meletakkan sepatu sembarangan

Merapikan tempat tidur

Membiarkan tempat tidur berantakan

Menyimpan buku di rak

Membiarkan buku berserakan



F. Cara Membiasakan Diri Mematuhi Aturan di Rumah

Agar rumah selalu bersih dan rapi, kita dapat melakukan kebiasaan berikut:

  1. Bangun tidur, lalu merapikan tempat tidur.

  2. Setelah bermain, simpan kembali mainan.

  3. Setelah makan, bersihkan tempat makan.

  4. Jika melihat sampah, buang ke tempat sampah.

  5. Setelah belajar, simpan kembali buku dan alat tulis.

  6. Membantu orang tua membersihkan rumah sesuai kemampuan.

Ingatlah, menjaga kebersihan dan kerapian rumah bukan hanya tugas ayah dan ibu. Anak-anak juga dapat ikut membantu sesuai kemampuannya.

3. Menghubungkan dengan Kebesaran Allah SWT

Allah SWT menyukai kebersihan dan mengajarkan kita untuk menjaga lingkungan.

Rumah yang bersih dan rapi merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas tempat tinggal yang telah diberikan.

Pesan kebaikan:

"Anak yang baik selalu menjaga kebersihan, merapikan barang-barangnya, dan membantu orang tua di rumah."

Asmaul Husna:

  • Al-Jamil artinya Allah Mahaindah. Kita dapat meneladani keindahan dengan menjaga rumah agar bersih dan rapi.

  • Ar-Raqib artinya Allah Maha Mengawasi. Kita harus tetap melakukan kebaikan meskipun tidak sedang dilihat orang lain.

💗 MENGGEMBIRAKAN (Kegiatan Peserta Didik)

A. Mengamati Gambar

Peserta didik mengamati gambar rumah yang bersih dan rumah yang berantakan.

Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan:

  1. Rumah manakah yang terlihat bersih?

  2. Apa yang harus dilakukan jika mainan berserakan?

  3. Di manakah kita harus membuang sampah?

  4. Mengapa kita harus merapikan tempat tidur?

B. Ayo Pilih Perilaku yang Baik!

Berilah tanda centang (✓) pada perilaku yang sesuai dengan aturan di rumah.

No.

Kegiatan

Pilihan

1.

Membuang sampah pada tempatnya

☐

2.

Membiarkan mainan berserakan

☐

3.

Merapikan tempat tidur

☐

4.

Mencoret-coret dinding rumah

☐

5.

Menyimpan sepatu di rak

☐

6.

Membantu menyapu lantai

☐

C. Ayo Ceritakan!

Ceritakan kegiatan yang biasa kamu lakukan untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah!

Contoh:

"Setiap pagi saya merapikan tempat tidur. Setelah bermain, saya menyimpan mainan di tempatnya. Saya juga membuang sampah ke tempat sampah."

D. Ayo Praktikkan!

Peserta didik mempraktikkan kegiatan sederhana, seperti:

  • Melipat dan merapikan perlengkapan belajar.

  • Menyusun buku dengan rapi.

  • Memasukkan mainan ke dalam kotak.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

💗 PENUTUP

Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.

Kesimpulan:

Aturan di rumah harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Salah satu aturan penting adalah menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

Kita dapat melakukannya dengan membuang sampah pada tempatnya, merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, dan membantu orang tua membersihkan rumah.

Dengan mematuhi aturan, rumah menjadi bersih, rapi, sehat, dan nyaman.

Pesan untuk peserta didik:

"Anak hebat selalu menaati aturan, menjaga kebersihan, dan merapikan rumah. Yuk, menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab!"

LKPD 





Rabu, 11 November 2026 PAK

  KELAS 1C SD AL AZHAR 2 BANDAR  LAMPUNG 📌 IDENTITAS Nama Guru : Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd. Hari/Tanggal : Rabu, 11 ...