KELAS 1C SD AL AZHAR 2
BANDAR LAMPUNG
📌 IDENTITASNama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.Hari/Tanggal: Rabu, 04 November r 2026Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin AffanMata Pelajaran: MatematikaMateri : Soal Cerita PenguranganPertemuan Ke: 5 (2 JP)
💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami konsep pengurangan bilangan cacah sampai 20 melalui benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Peserta didik dapat memahami informasi dalam soal cerita sederhana, menentukan jumlah benda yang berkurang, serta menyelesaikan soal cerita pengurangan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mampu memahami konsep pengurangan bilangan cacah sampai 20 melalui benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Peserta didik dapat memahami informasi dalam soal cerita sederhana, menentukan jumlah benda yang berkurang, serta menyelesaikan soal cerita pengurangan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
💗 TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat:
Memahami pengertian pengurangan melalui soal cerita sederhana.
Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
Menentukan jumlah benda yang berkurang atau diambil.
Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol pengurangan (−).
Menyelesaikan soal cerita pengurangan sampai 20 dengan benar.
Menjelaskan hasil penyelesaian soal cerita menggunakan bahasa sederhana.
Peserta didik dapat:
Memahami pengertian pengurangan melalui soal cerita sederhana.
Mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dalam soal cerita.
Menentukan jumlah benda yang berkurang atau diambil.
Menuliskan kalimat matematika menggunakan simbol pengurangan (−).
Menyelesaikan soal cerita pengurangan sampai 20 dengan benar.
Menjelaskan hasil penyelesaian soal cerita menggunakan bahasa sederhana.
🌷 1. Mindful (Berkesadaran)
Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.
Hari ini kita akan belajar tentang soal cerita pengurangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kejadian ketika jumlah benda berkurang karena diambil, diberikan, dimakan, atau digunakan.
Coba perhatikan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut!
✏️ Apakah kalian pernah memberikan makanan kepada teman?
✏️ Jika kalian memiliki 5 permen, kemudian 2 permen diberikan kepada teman, apakah jumlah permen kalian bertambah atau berkurang?
✏️ Bagaimana cara mengetahui jumlah benda yang masih tersisa?
✏️ Simbol apakah yang digunakan untuk menghitung pengurangan?
✏️ Apakah kalian pernah membantu menghitung sisa makanan atau mainan di rumah?
Ayo, perhatikan cerita berikut!
Sholeh dan sholehah, sebelum belajar, mari kita duduk dengan tertib dan memusatkan perhatian.
Hari ini kita akan belajar tentang soal cerita pengurangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kejadian ketika jumlah benda berkurang karena diambil, diberikan, dimakan, atau digunakan.
Coba perhatikan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut!
✏️ Apakah kalian pernah memberikan makanan kepada teman?
✏️ Jika kalian memiliki 5 permen, kemudian 2 permen diberikan kepada teman, apakah jumlah permen kalian bertambah atau berkurang?
✏️ Bagaimana cara mengetahui jumlah benda yang masih tersisa?
✏️ Simbol apakah yang digunakan untuk menghitung pengurangan?
✏️ Apakah kalian pernah membantu menghitung sisa makanan atau mainan di rumah?
Ayo, perhatikan cerita berikut!
Cerita 1: Permen Milik Siti 🍬
Siti Anak yang Senang Berbagi
Siti memiliki 10 buah permen.
Saat bermain, Siti melihat temannya tidak membawa makanan.
Siti kemudian memberikan 3 buah permen kepada temannya.
Sekarang, jumlah permen Siti menjadi lebih sedikit.
Siti ingin mengetahui berapa permen yang masih dimilikinya.
Ayo, kita bantu Siti menghitung!
Ayo, kita pahami ceritanya!
Siapa yang memiliki permen? Siti.
Berapa jumlah permen Siti mula-mula? 10 permen.
Berapa permen yang diberikan kepada teman? 3 permen.
Apakah jumlah permen Siti bertambah atau berkurang? Berkurang.
Berapa permen Siti yang tersisa? 7 permen.
Mari kita hitung bersama!
Permen mula-mula = 10
Permen yang diberikan = 3
Permen yang tersisa = 7
Kalimat matematika:
[ 10-3=7 ]Jadi, permen Siti yang tersisa adalah 7 buah.
🌷 Melalui cerita ini, peserta didik belajar bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa setelah sebagian benda diambil atau diberikan.
Siti Anak yang Senang Berbagi
Siti memiliki 10 buah permen.
Saat bermain, Siti melihat temannya tidak membawa makanan.
Siti kemudian memberikan 3 buah permen kepada temannya.
Sekarang, jumlah permen Siti menjadi lebih sedikit.
Siti ingin mengetahui berapa permen yang masih dimilikinya.
Ayo, kita bantu Siti menghitung!
Ayo, kita pahami ceritanya!
Siapa yang memiliki permen? Siti.
Berapa jumlah permen Siti mula-mula? 10 permen.
Berapa permen yang diberikan kepada teman? 3 permen.
Apakah jumlah permen Siti bertambah atau berkurang? Berkurang.
Berapa permen Siti yang tersisa? 7 permen.
Mari kita hitung bersama!
Permen mula-mula = 10
Permen yang diberikan = 3
Permen yang tersisa = 7
Kalimat matematika:
[ 10-3=7 ]Jadi, permen Siti yang tersisa adalah 7 buah.
🌷 Melalui cerita ini, peserta didik belajar bahwa pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang tersisa setelah sebagian benda diambil atau diberikan.
🌷 2. Meaningful (Bermakna)
Sholeh dan sholehah, pengurangan tidak hanya kita pelajari di sekolah, tetapi juga sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, ketika kita makan buah, memberikan mainan kepada teman, menggunakan pensil, atau mengambil beberapa benda.
Dengan belajar pengurangan, kita dapat menghitung jumlah benda yang masih tersisa.
Sholeh dan sholehah, pengurangan tidak hanya kita pelajari di sekolah, tetapi juga sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, ketika kita makan buah, memberikan mainan kepada teman, menggunakan pensil, atau mengambil beberapa benda.
Dengan belajar pengurangan, kita dapat menghitung jumlah benda yang masih tersisa.
Cerita 2: Buah Apel Ibu 🍎
Ibu Membeli Buah Apel
Ibu membeli 15 buah apel di pasar.
Sesampainya di rumah, ibu memberikan 5 buah apel kepada tetangga.
Ibu ingin mengetahui berapa apel yang masih tersisa.
Ayo, kita bantu ibu menghitung!
Dari cerita tersebut, kita mengetahui:
Apel mula-mula = 15 buah.
Apel yang diberikan = 5 buah.
Apel yang tersisa = ...?
Kalimat matematika:
[ 15-5=10 ]Jadi, apel ibu yang tersisa adalah 10 buah.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa ketika sebagian benda diberikan kepada orang lain, jumlah benda yang kita miliki menjadi berkurang.
Ibu Membeli Buah Apel
Ibu membeli 15 buah apel di pasar.
Sesampainya di rumah, ibu memberikan 5 buah apel kepada tetangga.
Ibu ingin mengetahui berapa apel yang masih tersisa.
Ayo, kita bantu ibu menghitung!
Dari cerita tersebut, kita mengetahui:
Apel mula-mula = 15 buah.
Apel yang diberikan = 5 buah.
Apel yang tersisa = ...?
Kalimat matematika:
[ 15-5=10 ]Jadi, apel ibu yang tersisa adalah 10 buah.
Dari cerita ini, kita belajar bahwa ketika sebagian benda diberikan kepada orang lain, jumlah benda yang kita miliki menjadi berkurang.
Cerita 3: Balon Milik Budi 🎈
Balon Budi Terbang
Budi memiliki 12 balon berwarna-warni.
Saat bermain di halaman, 4 balon terlepas dan terbang ke udara.
Budi ingin menghitung berapa balon yang masih dimilikinya.
Ayo, kita bantu Budi!
Dari cerita tersebut, kita mengetahui:
Balon mula-mula = 12 buah.
Balon yang terbang = 4 buah.
Balon yang tersisa = ...?
Kalimat matematika:
[ 12-4=8 ]Jadi, balon Budi yang tersisa adalah 8 buah.
Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa pengurangan dapat digunakan untuk menghitung benda yang berkurang atau hilang.
Balon Budi Terbang
Budi memiliki 12 balon berwarna-warni.
Saat bermain di halaman, 4 balon terlepas dan terbang ke udara.
Budi ingin menghitung berapa balon yang masih dimilikinya.
Ayo, kita bantu Budi!
Dari cerita tersebut, kita mengetahui:
Balon mula-mula = 12 buah.
Balon yang terbang = 4 buah.
Balon yang tersisa = ...?
Kalimat matematika:
[ 12-4=8 ]Jadi, balon Budi yang tersisa adalah 8 buah.
Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa pengurangan dapat digunakan untuk menghitung benda yang berkurang atau hilang.
💗 3. Mengenal Soal Cerita Pengurangan
Sholeh dan sholehah, sekarang kita akan mengenal lebih jauh tentang soal cerita pengurangan.
Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang jumlah benda yang berkurang, diambil, diberikan, dimakan, atau digunakan.
Pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang masih tersisa.
Sholeh dan sholehah, sekarang kita akan mengenal lebih jauh tentang soal cerita pengurangan.
Soal cerita pengurangan adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang jumlah benda yang berkurang, diambil, diberikan, dimakan, atau digunakan.
Pengurangan digunakan untuk mengetahui jumlah benda yang masih tersisa.
A. Mengenal Simbol Pengurangan (−)
Simbol pengurangan adalah tanda minus (−).
Simbol ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu jumlah dikurangi dengan jumlah lainnya.
Contoh:
[ 8-3=5 ]Artinya:
Angka 8 adalah jumlah benda mula-mula.
Angka 3 adalah jumlah benda yang diambil.
Angka 5 adalah jumlah benda yang tersisa.
Simbol pengurangan adalah tanda minus (−).
Simbol ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu jumlah dikurangi dengan jumlah lainnya.
Contoh:
[ 8-3=5 ]Artinya:
Angka 8 adalah jumlah benda mula-mula.
Angka 3 adalah jumlah benda yang diambil.
Angka 5 adalah jumlah benda yang tersisa.
B. Kata-Kata yang Menunjukkan Pengurangan
Dalam soal cerita, terdapat beberapa kata yang dapat membantu kita mengenali pengurangan.
🌷 Diambil.
🌷 Diberikan.
🌷 Dimakan.
🌷 Hilang.
🌷 Terbang.
🌷 Digunakan.
🌷 Berkurang.
🌷 Tersisa.
Contoh:
Ani memiliki 10 pensil. Sebanyak 2 pensil diberikan kepada adiknya.
Ibu memiliki 15 telur. Sebanyak 5 telur digunakan untuk memasak.
Di pohon ada 12 burung. Sebanyak 4 burung terbang.
Semua cerita tersebut dapat diselesaikan menggunakan operasi pengurangan.
Dalam soal cerita, terdapat beberapa kata yang dapat membantu kita mengenali pengurangan.
🌷 Diambil.
🌷 Diberikan.
🌷 Dimakan.
🌷 Hilang.
🌷 Terbang.
🌷 Digunakan.
🌷 Berkurang.
🌷 Tersisa.
Contoh:
Ani memiliki 10 pensil. Sebanyak 2 pensil diberikan kepada adiknya.
Ibu memiliki 15 telur. Sebanyak 5 telur digunakan untuk memasak.
Di pohon ada 12 burung. Sebanyak 4 burung terbang.
Semua cerita tersebut dapat diselesaikan menggunakan operasi pengurangan.
C. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita Pengurangan
Sholeh dan sholehah, agar mudah mengerjakan soal cerita, perhatikan langkah-langkah berikut!
1. Bacalah cerita dengan teliti.
Pahami cerita yang disampaikan.
2. Tentukan jumlah benda mula-mula.
Cari tahu berapa jumlah benda sebelum berkurang.
3. Tentukan jumlah benda yang diambil.
Cari tahu berapa benda yang diberikan, dimakan, hilang, atau digunakan.
4. Tuliskan kalimat matematika.
Gunakan simbol pengurangan (−).
5. Hitung jumlah benda yang tersisa.
Tuliskan jawaban dengan benar.
Sholeh dan sholehah, agar mudah mengerjakan soal cerita, perhatikan langkah-langkah berikut!
1. Bacalah cerita dengan teliti.
Pahami cerita yang disampaikan.
2. Tentukan jumlah benda mula-mula.
Cari tahu berapa jumlah benda sebelum berkurang.
3. Tentukan jumlah benda yang diambil.
Cari tahu berapa benda yang diberikan, dimakan, hilang, atau digunakan.
4. Tuliskan kalimat matematika.
Gunakan simbol pengurangan (−).
5. Hitung jumlah benda yang tersisa.
Tuliskan jawaban dengan benar.
D. Contoh Menyelesaikan Soal Cerita
Contoh 1
Rina memiliki 9 bunga. Sebanyak 3 bunga diberikan kepada ibu. Berapa bunga Rina yang tersisa?
Penyelesaian:
[ 9-3=6 ]Jadi, bunga Rina yang tersisa adalah 6 bunga.
Contoh 2
Ayah memiliki 18 telur. Sebanyak 6 telur digunakan untuk memasak. Berapa telur yang masih tersisa?
Penyelesaian:
[ 18-6=12 ]Jadi, telur ayah yang tersisa adalah 12 butir.
Contoh 3
Di dalam keranjang terdapat 20 mangga. Sebanyak 8 mangga diberikan kepada tetangga. Berapa mangga yang masih ada di keranjang?
Penyelesaian:
[ 20-8=12 ]Jadi, mangga yang tersisa adalah 12 buah.
Contoh 1
Rina memiliki 9 bunga. Sebanyak 3 bunga diberikan kepada ibu. Berapa bunga Rina yang tersisa?
Penyelesaian:
[ 9-3=6 ]Jadi, bunga Rina yang tersisa adalah 6 bunga.
Contoh 2
Ayah memiliki 18 telur. Sebanyak 6 telur digunakan untuk memasak. Berapa telur yang masih tersisa?
Penyelesaian:
[ 18-6=12 ]Jadi, telur ayah yang tersisa adalah 12 butir.
Contoh 3
Di dalam keranjang terdapat 20 mangga. Sebanyak 8 mangga diberikan kepada tetangga. Berapa mangga yang masih ada di keranjang?
Penyelesaian:
[ 20-8=12 ]Jadi, mangga yang tersisa adalah 12 buah.
💗 4. Mengenal Pengurangan Menggunakan Benda Konkret
Sholeh dan sholehah, selain menggunakan angka, kita juga dapat belajar pengurangan dengan bantuan benda-benda di sekitar kita.
Contohnya menggunakan pensil, penghapus, stik es krim, atau kelereng.
Sholeh dan sholehah, selain menggunakan angka, kita juga dapat belajar pengurangan dengan bantuan benda-benda di sekitar kita.
Contohnya menggunakan pensil, penghapus, stik es krim, atau kelereng.
A. Menghitung Menggunakan Benda
Contoh:
Dina memiliki 8 buah pensil.
Kemudian, 3 pensil diberikan kepada temannya.
Ayo, kita hitung bersama!
Langkah menghitung:
Siapkan 8 buah pensil.
Pisahkan 3 buah pensil.
Hitung pensil yang masih tersisa.
Kalimat matematika:
[ 8-3=5 ]Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 5 buah.
Contoh:
Dina memiliki 8 buah pensil.
Kemudian, 3 pensil diberikan kepada temannya.
Ayo, kita hitung bersama!
Langkah menghitung:
Siapkan 8 buah pensil.
Pisahkan 3 buah pensil.
Hitung pensil yang masih tersisa.
Kalimat matematika:
Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 5 buah.
B. Menghitung Menggunakan Gambar
Contoh:
Ada 7 buah apel. Sebanyak 2 apel dimakan.
Kalimat matematika:
[ 7-2=5 ]Jadi, apel yang tersisa adalah 5 buah.
Contoh:
Ada 7 buah apel. Sebanyak 2 apel dimakan.
Kalimat matematika:
Jadi, apel yang tersisa adalah 5 buah.
C. Menghitung Mundur
Pengurangan juga dapat dilakukan dengan cara menghitung mundur.
Contoh:
[ 10-3=7 ]Caranya:
Mulai dari angka 10, kemudian mundur sebanyak 3 langkah.
10 → 9 → 8 → 7
Jadi, hasil dari 10 − 3 adalah 7.
Pengurangan juga dapat dilakukan dengan cara menghitung mundur.
Contoh:
[ 10-3=7 ]Caranya:
Mulai dari angka 10, kemudian mundur sebanyak 3 langkah.
10 → 9 → 8 → 7
Jadi, hasil dari 10 − 3 adalah 7.
💗 5. Keterkaitan dengan Kebesaran Allah SWT
Sholeh dan sholehah, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki.
Allah SWT memberikan berbagai nikmat kepada kita, seperti makanan, minuman, pakaian, keluarga, dan teman-teman.
Pernahkah kalian berbagi makanan kepada teman?
Ketika kita memberikan sebagian makanan kepada teman, jumlah makanan yang kita miliki menjadi berkurang.
Namun, berbagi merupakan perbuatan baik yang sangat disukai Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang keutamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Melalui pembelajaran ini, kita belajar:
🌷 Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
🌷 Senang berbagi kepada teman.
🌷 Tidak bersikap pelit.
🌷 Menghargai setiap pemberian.
🌷 Menggunakan benda yang dimiliki dengan bijak.
Mari kita menjadi anak yang pandai berhitung, rajin belajar, dan senang berbagi kepada sesama.
Sholeh dan sholehah, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki.
Allah SWT memberikan berbagai nikmat kepada kita, seperti makanan, minuman, pakaian, keluarga, dan teman-teman.
Pernahkah kalian berbagi makanan kepada teman?
Ketika kita memberikan sebagian makanan kepada teman, jumlah makanan yang kita miliki menjadi berkurang.
Namun, berbagi merupakan perbuatan baik yang sangat disukai Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang keutamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.
Melalui pembelajaran ini, kita belajar:
🌷 Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
🌷 Senang berbagi kepada teman.
🌷 Tidak bersikap pelit.
🌷 Menghargai setiap pemberian.
🌷 Menggunakan benda yang dimiliki dengan bijak.
Mari kita menjadi anak yang pandai berhitung, rajin belajar, dan senang berbagi kepada sesama.
💗 6. Keterkaitan dengan Asmaul Husna
🌷 1. Ar-Razzaq — Maha Pemberi Rezeki
Allah SWT memiliki nama Ar-Razzaq, artinya Maha Pemberi Rezeki.
Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.
Contoh penerapan:
Bersyukur atas makanan yang diberikan Allah.
Tidak membuang-buang makanan.
Mau berbagi makanan kepada teman.
Menghargai pemberian orang lain.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT.
🌷 2. Al-Wahhab — Maha Pemberi Karunia
Allah SWT memiliki nama Al-Wahhab, artinya Maha Pemberi Karunia.
Allah memberikan banyak karunia kepada manusia tanpa mengharapkan balasan.
Contoh penerapan:
Senang memberikan bantuan kepada teman.
Mau berbagi alat tulis.
Memberikan sebagian makanan kepada orang lain.
Tidak mengharapkan imbalan ketika membantu.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar untuk senang memberi dan berbagi kepada sesama.
🌷 3. Asy-Syakur — Maha Menghargai dan Membalas Kebaikan
Allah SWT memiliki nama Asy-Syakur, artinya Maha Menghargai dan Membalas Kebaikan.
Sebagai manusia, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Contoh penerapan:
Mengucapkan Alhamdulillah setelah mendapatkan rezeki.
Menjaga barang yang dimiliki.
Tidak menyia-nyiakan makanan.
Menggunakan benda sesuai kebutuhan.
Pesan: Anak yang hebat adalah anak yang pandai berhitung, selalu bersyukur, dan senang berbagi kepada sesama.
Yuk, kita belajar menjadi anak yang pintar, rajin, dan penuh rasa syukur!
🌷 1. Ar-Razzaq — Maha Pemberi Rezeki
Allah SWT memiliki nama Ar-Razzaq, artinya Maha Pemberi Rezeki.
Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.
Contoh penerapan:
Bersyukur atas makanan yang diberikan Allah.
Tidak membuang-buang makanan.
Mau berbagi makanan kepada teman.
Menghargai pemberian orang lain.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT.
🌷 2. Al-Wahhab — Maha Pemberi Karunia
Allah SWT memiliki nama Al-Wahhab, artinya Maha Pemberi Karunia.
Allah memberikan banyak karunia kepada manusia tanpa mengharapkan balasan.
Contoh penerapan:
Senang memberikan bantuan kepada teman.
Mau berbagi alat tulis.
Memberikan sebagian makanan kepada orang lain.
Tidak mengharapkan imbalan ketika membantu.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik belajar untuk senang memberi dan berbagi kepada sesama.
🌷 3. Asy-Syakur — Maha Menghargai dan Membalas Kebaikan
Allah SWT memiliki nama Asy-Syakur, artinya Maha Menghargai dan Membalas Kebaikan.
Sebagai manusia, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Contoh penerapan:
Mengucapkan Alhamdulillah setelah mendapatkan rezeki.
Menjaga barang yang dimiliki.
Tidak menyia-nyiakan makanan.
Menggunakan benda sesuai kebutuhan.
Pesan: Anak yang hebat adalah anak yang pandai berhitung, selalu bersyukur, dan senang berbagi kepada sesama.
Yuk, kita belajar menjadi anak yang pintar, rajin, dan penuh rasa syukur!
Yuk simak video pembelajaran berikut:
🌷 7. Kegiatan Pembelajaran
Yuk, kita belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan melalui kegiatan yang menyenangkan!
Yuk, kita belajar menyelesaikan soal cerita pengurangan melalui kegiatan yang menyenangkan!
A. Ayo Amati dan Pahami!
Guru menunjukkan beberapa gambar benda yang berkaitan dengan pengurangan.
Peserta didik mengamati gambar dengan saksama.
Guru membacakan soal cerita sederhana, kemudian mengajak peserta didik menemukan informasi penting dalam cerita.
Contoh kegiatan:
Ada 10 apel, kemudian 3 apel dimakan.
Ada 8 pensil, kemudian 2 pensil diberikan.
Ada 15 balon, kemudian 5 balon terbang.
Ada 12 bunga, kemudian 4 bunga dipetik.
Ayo, jawab pertanyaan berikut!
Berapa jumlah benda mula-mula?
Berapa jumlah benda yang diambil?
Apakah jumlah benda bertambah atau berkurang?
Operasi hitung apakah yang digunakan?
Berapa jumlah benda yang tersisa?
Guru menunjukkan beberapa gambar benda yang berkaitan dengan pengurangan.
Peserta didik mengamati gambar dengan saksama.
Guru membacakan soal cerita sederhana, kemudian mengajak peserta didik menemukan informasi penting dalam cerita.
Contoh kegiatan:
Ada 10 apel, kemudian 3 apel dimakan.
Ada 8 pensil, kemudian 2 pensil diberikan.
Ada 15 balon, kemudian 5 balon terbang.
Ada 12 bunga, kemudian 4 bunga dipetik.
Ayo, jawab pertanyaan berikut!
Berapa jumlah benda mula-mula?
Berapa jumlah benda yang diambil?
Apakah jumlah benda bertambah atau berkurang?
Operasi hitung apakah yang digunakan?
Berapa jumlah benda yang tersisa?
B. Ayo Praktik Menghitung!
Guru membagikan benda konkret seperti stik es krim, pensil, atau penghapus kepada peserta didik.
Peserta didik diminta mempraktikkan pengurangan menggunakan benda tersebut.
Contoh kegiatan:
Situasi 1:
Peserta didik memiliki 10 stik es krim. Kemudian, 4 stik dipisahkan. Berapa stik yang tersisa?
Situasi 2:
Peserta didik memiliki 15 pensil. Kemudian, 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?
Situasi 3:
Peserta didik memiliki 12 penghapus. Kemudian, 3 penghapus diambil. Berapa penghapus yang tersisa?
Peserta didik menghitung benda yang tersisa dan menuliskan kalimat matematikanya.
Guru memberikan bimbingan dan penguatan terhadap jawaban peserta didik.
Guru membagikan benda konkret seperti stik es krim, pensil, atau penghapus kepada peserta didik.
Peserta didik diminta mempraktikkan pengurangan menggunakan benda tersebut.
Contoh kegiatan:
Situasi 1:
Peserta didik memiliki 10 stik es krim. Kemudian, 4 stik dipisahkan. Berapa stik yang tersisa?
Situasi 2:
Peserta didik memiliki 15 pensil. Kemudian, 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?
Situasi 3:
Peserta didik memiliki 12 penghapus. Kemudian, 3 penghapus diambil. Berapa penghapus yang tersisa?
Peserta didik menghitung benda yang tersisa dan menuliskan kalimat matematikanya.
Guru memberikan bimbingan dan penguatan terhadap jawaban peserta didik.
C. Ayo Diskusi Bersama!
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil atau berpasangan.
Setiap kelompok mendapatkan contoh permasalahan sederhana tentang pengurangan.
Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.
Contoh permasalahan:
Situasi 1: Rani memiliki 14 permen. Sebanyak 4 permen diberikan kepada adiknya. Berapa permen Rani yang tersisa?
Situasi 2: Budi memiliki 16 kelereng. Sebanyak 6 kelereng hilang. Berapa kelereng Budi sekarang?
Situasi 3: Ibu membeli 20 buah jeruk. Sebanyak 5 jeruk dimakan keluarga. Berapa jeruk yang tersisa?
Setelah berdiskusi, setiap kelompok menyampaikan hasil jawabannya secara sederhana.
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berani menyampaikan pendapat.
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil atau berpasangan.
Setiap kelompok mendapatkan contoh permasalahan sederhana tentang pengurangan.
Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.
Contoh permasalahan:
Situasi 1: Rani memiliki 14 permen. Sebanyak 4 permen diberikan kepada adiknya. Berapa permen Rani yang tersisa?
Situasi 2: Budi memiliki 16 kelereng. Sebanyak 6 kelereng hilang. Berapa kelereng Budi sekarang?
Situasi 3: Ibu membeli 20 buah jeruk. Sebanyak 5 jeruk dimakan keluarga. Berapa jeruk yang tersisa?
Setelah berdiskusi, setiap kelompok menyampaikan hasil jawabannya secara sederhana.
Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berani menyampaikan pendapat.
D. Ayo Bermain "Berapa Sisanya?" 🌷
Guru mengajak peserta didik bermain menghitung pengurangan.
Guru menyebutkan sebuah cerita sederhana, kemudian peserta didik menjawab hasil pengurangannya.
Contoh permainan:
Ada 10 apel, 2 apel dimakan. Berapa sisanya?
Ada 15 balon, 5 balon terbang. Berapa sisanya?
Ada 12 pensil, 3 pensil diberikan. Berapa sisanya?
Ada 18 burung, 8 burung terbang. Berapa sisanya?
Ada 20 permen, 10 permen dibagikan. Berapa sisanya?
Peserta didik yang mengetahui jawabannya mengangkat tangan terlebih dahulu.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab dan menjelaskan cara menghitungnya.
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi.
Guru mengajak peserta didik bermain menghitung pengurangan.
Guru menyebutkan sebuah cerita sederhana, kemudian peserta didik menjawab hasil pengurangannya.
Contoh permainan:
Ada 10 apel, 2 apel dimakan. Berapa sisanya?
Ada 15 balon, 5 balon terbang. Berapa sisanya?
Ada 12 pensil, 3 pensil diberikan. Berapa sisanya?
Ada 18 burung, 8 burung terbang. Berapa sisanya?
Ada 20 permen, 10 permen dibagikan. Berapa sisanya?
Peserta didik yang mengetahui jawabannya mengangkat tangan terlebih dahulu.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab dan menjelaskan cara menghitungnya.
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi.
E. Ayo Kerjakan LKPD!
💗 LATIHAN MANDIRI
💗 PENUTUP
Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang soal cerita pengurangan. 💗
Kita telah belajar memahami cerita, menentukan jumlah benda mula-mula, menghitung benda yang berkurang, serta mencari jumlah benda yang masih tersisa.
Ingat ya, sholeh dan sholehah!
🌷 Pengurangan digunakan untuk menghitung jumlah benda yang berkurang.
🌷 Bacalah soal cerita dengan teliti.
🌷 Perhatikan jumlah benda mula-mula.
🌷 Gunakan simbol pengurangan (−).
🌷 Hitunglah jumlah benda yang tersisa dengan benar.
🌷 Jangan lupa bersyukur atas nikmat Allah SWT.
🌷 Biasakan berbagi dan membantu teman.
Semoga kita menjadi anak yang pintar berhitung, rajin belajar, teliti, selalu bersyukur, dan senang berbagi kepada sesama.
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, anak-anak hebat! Hari ini kita telah belajar tentang soal cerita pengurangan. 💗
Kita telah belajar memahami cerita, menentukan jumlah benda mula-mula, menghitung benda yang berkurang, serta mencari jumlah benda yang masih tersisa.
Ingat ya, sholeh dan sholehah!
🌷 Pengurangan digunakan untuk menghitung jumlah benda yang berkurang.
🌷 Bacalah soal cerita dengan teliti.
🌷 Perhatikan jumlah benda mula-mula.
🌷 Gunakan simbol pengurangan (−).
🌷 Hitunglah jumlah benda yang tersisa dengan benar.
🌷 Jangan lupa bersyukur atas nikmat Allah SWT.
🌷 Biasakan berbagi dan membantu teman.
Semoga kita menjadi anak yang pintar berhitung, rajin belajar, teliti, selalu bersyukur, dan senang berbagi kepada sesama.
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.






