Selasa, 06 Oktober 2026

Rabu, 07-10-2026 PAK

KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



 ๐Ÿ“Œ IDENTITAS 

Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd. 

Hari/Tanggal: Rabu, 07 Oktober 2026

Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan

Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi

Materi: Peduli

Pertemuan Ke: 11 (1 JP)


๐Ÿ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku baik yang mencerminkan nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan barang yang menjadi tanggung jawabnya.

Peserta didik mampu mengenali perilaku peduli dan menerapkannya melalui tindakan sederhana di rumah maupun di sekolah.


๐ŸŽฏ TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

Menjelaskan arti peduli dengan bahasa sederhana.

Mengenali perilaku peduli dalam kehidupan sehari-hari.

Membedakan perilaku peduli dan tidak peduli.

Menunjukkan sikap peduli kepada teman dan anggota keluarga.

Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menjaga barang milik sendiri dan barang milik bersama.

Membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

Menunjukkan sikap peduli secara mandiri tanpa harus selalu diingatkan.

Membiasakan berkata dan bertindak dengan baik sebagai bagian dari perilaku antikorupsi.


๐ŸŒฑ MINDFUL (Berkesadaran)

Peserta didik belajar menyadari bahwa tindakan kecil yang dilakukan setiap hari dapat menunjukkan rasa peduli.

Peserta didik diajak berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:

“Apakah tindakanku membantu atau menyusahkan orang lain?”


๐Ÿ’ก MEANINGFUL (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan sikap peduli dengan kehidupan nyata.

Contohnya:

membantu ibu,

menolong teman,

membuang sampah pada tempatnya,

menjaga fasilitas sekolah,

merawat tanaman,

mengembalikan barang ke tempatnya,

berbagi dengan teman,

menjaga barang milik bersama.

Peserta didik memahami bahwa peduli tidak harus berupa hal besar. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas juga merupakan bentuk kepedulian.


๐Ÿ˜Š JOYFUL (Menyenangkan)

Pembelajaran dilakukan melalui:

๐ŸŒท cerita pendek

๐Ÿ‘€ mengamati gambar

๐Ÿ’ญ memilih tindakan

๐ŸŽญ bermain peran

❤️ permainan “Aku Peduli!”

๐Ÿงน tantangan aksi peduli

๐Ÿ“ LKPD sederhana


๐Ÿ“š ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mengenal arti peduli.

Mengenali orang dan lingkungan yang perlu diperhatikan.

Mengenali contoh perilaku peduli.

Membedakan perilaku peduli dan tidak peduli.

Menunjukkan kepedulian kepada diri sendiri.

Menunjukkan kepedulian kepada keluarga.

Menunjukkan kepedulian kepada teman.

Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menjaga barang milik sendiri dan milik bersama.

Membantu orang lain dengan ikhlas.

Membiasakan melakukan kebaikan tanpa menunggu perintah.

Menunjukkan sikap peduli sebagai kebiasaan baik dan perilaku antikorupsi.


๐Ÿงฉ MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran

Tanya jawab

Bercerita

Penugasan

Refleksi

๐Ÿ–ผ️ MEDIA PEMBELAJARAN

Gambar perilaku peduli

Kartu situasi

LKPD

๐ŸŒผ APERSEPSI

Guru menunjukkan dua gambar.

Gambar 1:

Seorang anak melihat sampah di lantai lalu mengambil dan membuangnya ke tempat sampah.

Gambar 2:

Seorang anak melihat sampah tetapi membiarkannya.

Guru bertanya:

“Menurut kalian, siapa yang menunjukkan sikap peduli?”

“Mengapa anak tersebut disebut peduli?”

“Apakah peduli hanya kepada manusia?”

Guru mengajak peserta didik berpikir bahwa kita dapat peduli kepada:

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง keluarga

๐Ÿ‘ซ teman

๐ŸŒณ lingkungan

๐Ÿ“š barang

๐Ÿฑ hewan

๐ŸŒฑ tumbuhan

Guru menyampaikan:

“Hari ini kita akan belajar menjadi anak yang peduli. Peduli dimulai dari hal kecil yang dapat kita lakukan setiap hari.”

Yuk simak video pembelajaran berikut:

Video pembelajaran peduli

❤️ MATERI PEMBELAJARAN

1. Apa Arti Peduli?

Peduli adalah memperhatikan dan mau melakukan kebaikan kepada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

Peduli berarti kita tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Contoh sederhana:

Melihat teman kesulitan membawa buku → kita membantu.

Itulah peduli.


๐ŸŒท 2. Peduli Itu Dimulai dari Hal Kecil

Peduli tidak harus melakukan sesuatu yang besar.

Contoh:

๐Ÿงน mengambil sampah

๐Ÿ“š merapikan buku

๐ŸŒฑ menyiram tanaman

๐Ÿ‘ต membantu orang tua

๐Ÿงธ merawat barang

๐Ÿฅค membuang sampah pada tempatnya

๐Ÿ‘ซ membantu teman

๐Ÿšฐ menghemat air

Kebaikan kecil → dilakukan setiap hari → menjadi kebiasaan baik.


๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง 3. Peduli kepada Keluarga

Contoh perilaku:

membantu ibu merapikan rumah,

membantu ayah,

membantu adik,

mendengarkan orang tua,

menjaga adik,

berbicara dengan sopan,

membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.

Contoh cerita:

Ibu sedang membawa banyak barang. Rani melihat ibu kesulitan. Rani segera membantu membawa satu barang.

Sikap Rani adalah peduli.


๐Ÿ‘ซ 4. Peduli kepada Teman

Peduli kepada teman dapat dilakukan dengan:

membantu teman yang kesulitan,

meminjamkan alat tulis,

menghibur teman yang sedih,

berbagi,

tidak mengejek,

mengingatkan teman dengan baik,

bermain dengan rukun.

Cerita “Teman yang Peduli”

Beni lupa membawa pensil. Siti mempunyai dua pensil. Siti meminjamkan satu pensil kepada Beni.

Siti menunjukkan sikap peduli dan suka membantu.

๐ŸŒฑ 5. Peduli terhadap Lingkungan

Lingkungan juga harus kita jaga.

Contohnya:

๐ŸŒณ tidak merusak tanaman

๐Ÿ—‘️ membuang sampah pada tempatnya

๐Ÿ’ง menghemat air

๐Ÿ’ก mematikan lampu jika tidak digunakan

๐ŸŒฑ menyiram tanaman

๐Ÿงน menjaga kebersihan kelas

Ingat!

“Lingkungan bersih, kita nyaman.”

๐ŸŽ’ 6. Peduli terhadap Barang

Peduli juga berarti menjaga barang.

Contoh:

๐Ÿ“š merawat buku

✏️ menjaga pensil

๐ŸŽ’ menjaga tas

๐Ÿช‘ tidak mencoret meja

๐Ÿซ menjaga fasilitas sekolah

๐Ÿงธ merapikan mainan setelah digunakan

Kita harus menggunakan barang dengan baik dan bertanggung jawab.

❤️ 7. Peduli Tanpa Menunggu Disuruh

Anak yang peduli tidak selalu menunggu guru atau orang tua menyuruh.

Contoh:

Melihat sampah → langsung mengambilnya.

Melihat buku berserakan → langsung merapikannya.

Melihat teman kesulitan → langsung membantu.

Tanaman terlihat kering → menyiramnya.

Inilah contoh inisiatif untuk berbuat baik.

☐ ❤️ Saya membantu teman.

☐ ๐ŸŒฑ Saya menjaga lingkungan.

☐ ๐Ÿงน Saya menjaga kebersihan.

☐ ๐Ÿ“š Saya merawat barang.

☐ ๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง Saya membantu keluarga.

Guru bertanya:

“Kebaikan kecil apa yang akan kamu lakukan setelah pulang sekolah?”

Peserta didik menyebutkan satu tindakan.

๐ŸŒŸ KESIMPULAN

PEDULI berarti memperhatikan dan mau berbuat baik.

Kita dapat peduli kepada:

❤️ Diri sendiri

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง Keluarga

๐Ÿ‘ซ Teman

๐ŸŒฑ Lingkungan

๐Ÿ“š Barang

๐ŸŒท Ingat 3 langkah anak peduli:

LIHAT ๐Ÿ‘€ → PIKIRKAN ๐Ÿ’ญ → LAKUKAN ❤️

Melihat orang yang membutuhkan bantuan → pikirkan apa yang dapat dilakukan → lakukan kebaikan.

“Aku anak peduli. Aku mau membantu, menjaga, dan berbuat baik.” ๐ŸŒท



Rabu, 07-10-2026 P Pancasila

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG




๐Ÿ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd. 
Hari/Tanggal: Rabu, 07 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Menceritakan pengalaman sederhana saat mematuhi aturan di rumah.
Pertemuan Ke: 6 2 JP)

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mengenal aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga serta mampu menunjukkan dan menceritakan pengalaman sederhana dalam mematuhi aturan di rumah.

Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan menghargai aturan yang telah disepakati bersama keluarga.

๐ŸŽฏ TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

Menjelaskan pengertian aturan dengan bahasa sederhana.

Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di rumah.

Menjelaskan alasan aturan perlu dipatuhi.

Mengenali perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan di rumah.

Mengingat pengalaman saat mematuhi aturan di rumah.

Menceritakan pengalaman sederhana saat mematuhi aturan.

Menyampaikan pengalaman dengan kalimat sederhana dan percaya diri.

Menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab terhadap aturan keluarga.

Menghargai pengalaman dan cerita teman.

๐ŸŒฑ MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk membantu kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Peserta didik diajak mengingat:

“Aturan apa yang biasa aku lakukan di rumah?”

Peserta didik belajar memperhatikan tindakan yang mereka lakukan setiap hari.

๐Ÿ’ก MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan kegiatan sehari-hari di rumah.

Contoh aturan yang biasa dilakukan:

๐Ÿ  bangun tepat waktu
๐Ÿ•Œ melaksanakan ibadah
๐Ÿ›️ merapikan tempat tidur
๐Ÿงธ merapikan mainan setelah bermain
๐Ÿ“š belajar sesuai waktu
๐Ÿฝ️ makan dengan tertib
๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง berbicara sopan kepada orang tua
๐Ÿšช meminta izin ketika akan keluar rumah
๐Ÿ“ฑ mengikuti aturan waktu bermain gawai
๐ŸŒ™ tidur tepat waktu

Peserta didik memahami bahwa mematuhi aturan merupakan bentuk tanggung jawab dan sikap sayang kepada keluarga.
๐Ÿ˜Š JOYFUL (Menyenangkan)
Pembelajaran dilakukan melalui:

๐ŸŒท cerita pengalaman sederhana
๐Ÿ‘€ mengamati gambar
๐Ÿ’ญ memilih perilaku yang benar
๐ŸŽญ bermain peran
๐Ÿ—ฃ️ bercerita di depan teman
๐Ÿงฉ menyusun kartu cerita
❤️ permainan “Aku Anak Patuh!”
๐Ÿ“ LKPD sederhana
⭐ refleksi pengalaman

๐Ÿ“š ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian aturan.

Mengenali aturan yang berlaku di rumah.

Menyebutkan contoh aturan di rumah.

Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.

Membedakan perilaku yang mematuhi dan melanggar aturan.

Mengingat pengalaman mematuhi aturan di rumah.

Menentukan aturan yang pernah dilakukan.

Menyusun pengalaman secara sederhana.

Menceritakan kapan dan bagaimana aturan tersebut dilakukan.

Menyampaikan perasaan setelah mematuhi aturan.

Mendengarkan dan menghargai cerita pengalaman teman.

Membiasakan diri mematuhi aturan di rumah dengan disiplin dan tanggung jawab.

๐Ÿงฉ MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran
Tanya jawab

Bercerita

Mengamati gambar

Penugasan

Refleksi

๐Ÿ–ผ️ MEDIA PEMBELAJARAN
Gambar kegiatan di rumah

Kartu aturan di rumah

Kartu urutan cerita

LKPD

menjadi anak yang disiplin, tertib, dan bertanggung jawab.
Contoh keterkaitan:
“Allah Al-Malik mengajarkan kita untuk hidup tertib. Karena itu, kita belajar mematuhi aturan yang ada di rumah.”
Contoh perilaku:
⏰ bangun tepat waktu
๐Ÿ“š belajar sesuai jadwal
๐Ÿงธ merapikan mainan
๐Ÿงน menjaga kebersihan
๐ŸŒ™ tidur tepat waktu
๐Ÿšช meminta izin sebelum pergi
Pertanyaan pemantik:
“Mengapa kita harus mengikuti aturan di rumah?”
“Apa yang terjadi jika semua anggota keluarga mematuhi aturan?”

Yuk simak video pembelajaran dibawah ini: 
Video pembelajaran pendidikan pancasila
❤️ MATERI PEMBELAJARAN
1. Apa Itu Aturan?
Aturan adalah sesuatu yang harus kita lakukan atau patuhi agar kehidupan menjadi tertib dan nyaman.

Aturan dapat dibuat dan disepakati bersama dalam keluarga.

Contoh:

Setelah bermain, aku merapikan mainan.

Aturan tersebut membuat rumah menjadi lebih rapi dan nyaman.
๐Ÿ  2. Contoh Aturan di Rumah
Beberapa contoh aturan di rumah:

๐Ÿ›️ merapikan tempat tidur
๐Ÿงธ merapikan mainan
๐Ÿ“š belajar sesuai waktu
๐Ÿฝ️ makan dengan tertib
๐Ÿ•Œ melaksanakan ibadah
๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง berbicara sopan kepada orang tua
๐Ÿšช meminta izin sebelum keluar rumah
๐Ÿ“ฑ menggunakan gawai sesuai waktu
๐Ÿงน membantu menjaga kebersihan rumah
๐ŸŒ™ tidur tepat waktu

Setiap keluarga dapat memiliki aturan yang berbeda.

๐ŸŒท 3. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?
Mematuhi aturan dapat membuat:

✅ rumah lebih tertib
✅ kegiatan lebih teratur
✅ keluarga lebih nyaman
✅ kita belajar bertanggung jawab
✅ hubungan keluarga menjadi lebih rukun

Contoh:

Jika setelah bermain kita merapikan mainan, rumah menjadi lebih rapi dan orang tua merasa senang.

๐Ÿ‘€ 4. Mematuhi Aturan atau Tidak?
Guru memberikan beberapa situasi.

Situasi 1
Setelah bermain, Dita merapikan semua mainannya.

➡️ Mematuhi aturan ✅

Situasi 2
Ibu meminta Rafi belajar, tetapi Rafi terus bermain.

➡️ Tidak mematuhi aturan ❌

Situasi 3
Sebelum keluar rumah, Siti meminta izin kepada ibu.

➡️ Mematuhi aturan ✅

Situasi 4
Beni selesai makan lalu meletakkan piring sembarangan.

➡️ Tidak mematuhi aturan ❌

๐Ÿ’ญ 5. Mengingat Pengalaman Mematuhi Aturan
Peserta didik diajak mengingat pengalaman sendiri.

Guru bertanya:

“Aturan apa yang pernah kamu patuhi di rumah?”

“Kapan kamu melakukannya?”

“Apa yang kamu lakukan?”

“Bagaimana perasaanmu setelah mematuhi aturan?”

Contoh:

Aturannya: Merapikan mainan.
Kapan: Setelah bermain.
Yang dilakukan: Aku memasukkan mainan ke tempatnya.
Perasaanku: Aku merasa senang karena kamar menjadi rapi.

๐Ÿ—ฃ️ 6. Cara Menceritakan Pengalaman
Agar mudah bercerita, peserta didik dapat menggunakan 4 langkah sederhana:

๐ŸŒท 1. ATURANNYA APA?
“Di rumah saya ada aturan untuk merapikan mainan.”

๐ŸŒท 2. KAPAN?
“Saya melakukannya setelah bermain.”

๐ŸŒท 3. APA YANG SAYA LAKUKAN?
“Saya memasukkan mainan ke tempatnya.”

๐ŸŒท 4. BAGAIMANA PERASAANKU?
“Saya merasa senang karena kamar menjadi rapi.”

๐Ÿ“– 7. CONTOH CERITA PENGALAMAN
Cerita 1 – Merapikan Mainan
Setelah bermain, aku merapikan mainanku. Aku memasukkan semua mainan ke dalam kotak. Ibu senang melihat kamarku rapi. Aku juga merasa senang.

Cerita 2 – Belajar Sebelum Bermain
Di rumah ada aturan belajar sebelum bermain. Aku menyelesaikan tugas terlebih dahulu. Setelah selesai, aku boleh bermain. Aku merasa senang karena sudah menyelesaikan tugasku.

Cerita 3 – Meminta Izin
Aku ingin bermain ke rumah teman. Sebelum pergi, aku meminta izin kepada ibu. Ibu mengizinkanku bermain. Aku merasa senang karena sudah mematuhi aturan.

๐ŸŽญ 8. BERMAIN PERAN “AKU ANAK PATUH”
Peserta didik bermain peran secara berpasangan.

Situasi 1
Kamu selesai bermain dan melihat mainan berserakan.

➡️ Apa yang akan kamu lakukan?

Situasi 2
Ibu meminta kamu belajar sebelum bermain.

➡️ Apa yang akan kamu lakukan?

Situasi 3
Kamu ingin pergi bermain ke rumah teman.

➡️ Apa yang harus kamu lakukan?

Situasi 4
Ayah meminta kamu tidur tepat waktu.

➡️ Apa yang akan kamu lakukan?

Peserta didik mempraktikkan perilaku mematuhi aturan.

๐Ÿงฉ 9. PERMAINAN “SUSUN CERITAKU”
Guru menyiapkan 4 kartu:

Kartu 1: Aturan apa?
Kartu 2: Kapan dilakukan?
Kartu 3: Apa yang dilakukan?
Kartu 4: Bagaimana perasaanku?

Peserta didik mengambil atau menyusun kartu tersebut lalu menceritakan pengalaman sederhana.

Contoh:

Aturan: Merapikan tempat tidur.
Kapan: Setelah bangun tidur.
Tindakan: Aku merapikan selimut dan bantal.
Perasaan: Aku merasa senang.

๐ŸŒŸ 10. KEGIATAN “AKU PERNAH MEMATUHI ATURAN”
Peserta didik memilih salah satu pengalaman:

☐ ๐Ÿงธ Merapikan mainan
☐ ๐Ÿ“š Belajar tepat waktu
☐ ๐Ÿ›️ Merapikan tempat tidur
☐ ๐Ÿฝ️ Makan dengan tertib
☐ ๐Ÿšช Meminta izin kepada orang tua
☐ ๐Ÿงน Membantu membersihkan rumah

Kemudian peserta didik menceritakan pengalamannya dengan kalimat sederhana.
✏️ CONTOH LATIHAN
A. Pilihlah Jawaban yang Tepat!
1. Setelah bermain, sebaiknya kita ....

a. membiarkan mainan
b. merapikan mainan
c. membuang mainan

2. Sebelum pergi bermain, kita sebaiknya ....

a. meminta izin
b. langsung pergi
c. bersembunyi

3. Mematuhi aturan membuat rumah menjadi ....

a. berantakan
b. tidak nyaman
c. tertib

4. Sebelum bermain, Rani menyelesaikan tugasnya. Rani menunjukkan sikap ....

a. bertanggung jawab
b. malas
c. tidak peduli

5. Ketika orang tua sedang berbicara, sebaiknya kita ....

a. berteriak
b. mendengarkan
c. pergi

B. Ceritakan Pengalamanmu!
1. Tuliskan satu aturan yang ada di rumahmu!

....................................................................

2. Kapan kamu mematuhi aturan tersebut?

....................................................................

3. Apa yang kamu lakukan?

....................................................................

4. Bagaimana perasaanmu setelah mematuhi aturan?

....................................................................

5. Ceritakan pengalamanmu di depan kelas!

๐ŸŒท REFLEKSI
Guru mengajak peserta didik mengingat pembelajaran hari ini.

“Apakah aku sudah mematuhi aturan di rumah?”

Peserta didik memberikan tanda ✓.

☐ ๐Ÿ  Saya mematuhi aturan di rumah.
☐ ๐Ÿงธ Saya merapikan mainan.
☐ ๐Ÿ“š Saya belajar sesuai waktu.
☐ ๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง Saya mendengarkan orang tua.
☐ ❤️ Saya bertanggung jawab terhadap tugas saya.

Guru bertanya:

“Aturan apa yang akan kamu lakukan dengan lebih baik setelah pulang sekolah?”

Peserta didik menyebutkan satu aturan yang akan dibiasakan.

๐ŸŒŸ KESIMPULAN
Aturan membantu keluarga hidup tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Mematuhi aturan merupakan bentuk:

❤️ tanggung jawab
๐ŸŒท kedisiplinan
๐Ÿค menghargai keluarga
๐Ÿ  menjaga ketertiban di rumah

Pengalaman mematuhi aturan dapat diceritakan dengan sederhana:

ATURAN → KAPAN → TINDAKAN → PERASAAN
Contoh:

“Di rumah saya ada aturan merapikan mainan. Setelah bermain, saya merapikan mainan ke tempatnya. Saya merasa senang karena kamar menjadi rapi.”

“Aku anak yang disiplin. Aku mau mematuhi aturan di rumah.” ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤️

Rabu, 07-10-2026 Matematika

  KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG




๐Ÿ“Œ IDENTITAS 
Nama Guru : Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd. 
Hari/Tanggal: Rabu, 07 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Matematika
Materi: Memecahkan masalah hitungan kontekstual dalam bentuk cerita secara mandiri dan teliti.
Pertemuan Ke: 4 (2 JP)

๐Ÿ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu memahami informasi dari masalah yang disajikan dalam bentuk cerita, menentukan operasi hitung yang sesuai, menyelesaikan perhitungan, dan mengomunikasikan hasilnya.

๐ŸŽฏ TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

Membaca dan memahami masalah matematika dalam bentuk cerita.

Menemukan informasi penting yang terdapat dalam cerita.

Menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan.

Menentukan apakah masalah diselesaikan dengan penjumlahan atau pengurangan.

Menuliskan kalimat matematika berdasarkan cerita.

Menghitung hasil penjumlahan atau pengurangan dengan benar.

Menuliskan jawaban sesuai dengan pertanyaan dalam cerita.

Menyelesaikan masalah secara mandiri, teliti, dan percaya diri.

Memeriksa kembali hasil perhitungan sebelum menyampaikan jawaban.

๐ŸŒฑ MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik belajar membaca soal cerita secara perlahan dan teliti.

Peserta didik dibiasakan untuk:

membaca cerita sampai selesai,

memperhatikan angka,

mencari informasi penting,

memahami pertanyaan,

tidak terburu-buru menghitung,

memeriksa kembali jawaban.

๐Ÿ’ก MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik memahami bahwa penjumlahan dan pengurangan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

menghitung buah,

menghitung makanan,

menghitung mainan,

menghitung buku,

menghitung benda yang dimiliki,

menghitung benda yang diberikan atau diambil.
๐Ÿ˜Š JOYFUL (Menyenangkan)
Peserta didik menyelesaikan soal cerita melalui gambar, benda konkret, cerita sederhana, permainan hitung, dan tantangan soal cerita.

Peserta didik dapat menggunakan benda di sekitar sebagai bantuan untuk memahami cerita sebelum menyelesaikannya secara mandiri.

๐Ÿ“š ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenali masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca dan memahami cerita matematika sederhana.

Menemukan informasi yang diketahui dalam cerita.

Menentukan hal yang ditanyakan.

Mengenali kata-kata yang menunjukkan penjumlahan.

Mengenali kata-kata yang menunjukkan pengurangan.

Menentukan operasi hitung yang sesuai.

Menuliskan kalimat matematika.

Menyelesaikan penjumlahan sampai 20.

Menyelesaikan pengurangan sampai 20.

Menuliskan jawaban sesuai konteks cerita.

Memeriksa kembali hasil perhitungan.

Menyelesaikan soal cerita secara mandiri dan teliti.

Menunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan percaya diri.

๐Ÿงฉ MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL)

Metode Pembelajaran
Tanya jawab

Membaca cerita

Menggunakan benda konkret

Penugasan

Refleksi

๐Ÿ–ผ️ MEDIA PEMBELAJARAN
Kartu angka 1–20

Benda konkret

Kartu soal cerita

LKPD

๐ŸŒผ APERSEPSI
Guru menunjukkan beberapa benda, misalnya 5 buah apel.

Guru bertanya:

“Ada berapa apel di meja?”

Kemudian guru menambahkan 3 apel.

“Sekarang ibu menambahkan 3 apel. Apakah jumlah apel bertambah atau berkurang?”

Peserta didik menjawab:

“Bertambah.”

Guru bertanya:

“Bagaimana cara mengetahui jumlah apel sekarang?”

Guru kemudian memberikan cerita:

“Siti memiliki 5 apel. Ibu memberikan 3 apel lagi. Berapa jumlah apel Siti sekarang?”

Guru mengajak peserta didik memahami bahwa cerita tersebut dapat diselesaikan dengan penjumlahan.

Kemudian guru memberikan contoh lain:

“Budi memiliki 12 kelereng. Ia memberikan 4 kelereng kepada adiknya. Berapa kelereng Budi sekarang?”

Guru bertanya:

“Apakah kelereng Budi bertambah atau berkurang?”

Peserta didik menjawab:

“Berkurang.”

Guru menyampaikan:

“Hari ini kita akan belajar memecahkan masalah matematika dalam bentuk cerita. Kita akan membaca dengan teliti, menentukan operasi hitung, menghitung, dan memeriksa kembali jawaban.”

๐ŸŒฟ INTEGRASI ASMAUL HUSNA
๐ŸŒพ Ar-Razzaq – Maha Pemberi Rezeki
Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki.

Dalam soal cerita, peserta didik dapat belajar melalui contoh makanan, buah, atau benda yang diberikan kepada orang lain.

Contoh:

Ibu memberikan 4 apel kepada Siti dan 3 apel kepada adiknya.

Peserta didik belajar bahwa rezeki dari Allah harus disyukuri dan dapat dibagikan kepada orang lain.

๐Ÿ‘‘ Al-Malik – Maha Merajai
Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan memiliki segala sesuatu.

Peserta didik belajar menjaga dan menggunakan benda dengan baik serta bertanggung jawab terhadap benda yang dimiliki.

Dalam menyelesaikan soal, peserta didik juga belajar tertib mengikuti langkah-langkah dan teliti dalam menghitung.

๐ŸŒฟ Al-Khaliq – Maha Pencipta
Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta.

Allah menciptakan berbagai benda, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Peserta didik belajar menggunakan benda-benda di sekitar sebagai contoh dalam memahami matematika serta bersyukur atas ciptaan Allah.

๐Ÿ“– AYAT AL-QUR'AN
QS. Al-Qamar: 49
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Ayat ini dapat dikaitkan dengan kegiatan menghitung secara teratur, tepat, dan teliti.

Yuk simak video pembelajaran dibawah ini:

Video pembelajaran matematika penjumlahan cerita

๐Ÿ“– MATERI PEMBELAJARAN
1. Mengenal Soal Cerita
Soal cerita adalah soal matematika yang disajikan dalam bentuk cerita tentang kehidupan sehari-hari.

Contoh:

Alya mempunyai 6 pensil. Ibu memberikan 4 pensil lagi. Berapa jumlah pensil Alya sekarang?

Untuk menyelesaikan soal tersebut, kita tidak langsung menghitung.

Kita perlu memahami ceritanya terlebih dahulu.

2. Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal Cerita
Peserta didik dibiasakan menggunakan langkah:

๐Ÿ‘€ Langkah 1 – Baca
Baca cerita sampai selesai.

๐Ÿ”Ž Langkah 2 – Cari informasi
Cari angka atau jumlah benda yang ada dalam cerita.

❓ Langkah 3 – Cari pertanyaan
Perhatikan apa yang ditanyakan.

➕➖ Langkah 4 – Pilih operasi
Tentukan apakah menggunakan:

penjumlahan (+), atau

pengurangan (−).

✏️ Langkah 5 – Hitung
Lakukan perhitungan dengan teliti.

✅ Langkah 6 – Periksa
Periksa kembali hasil hitungan.

๐Ÿ’ฌ Langkah 7 – Jawab
Tuliskan jawaban sesuai dengan cerita.

3. Menentukan Penjumlahan dari Cerita
Kita menggunakan penjumlahan ketika jumlah benda bertambah atau digabungkan.

Kata yang dapat membantu:

mendapat lagi – diberikan lagi – bertambah – membeli lagi – digabungkan – semuanya

Contoh:
Rani memiliki 7 bunga. Ayah memberikan 5 bunga lagi. Berapa jumlah bunga Rani sekarang?

Diketahui:

7 bunga + 5 bunga

Kalimat matematika:

7 + 5 = 12

Jadi:

Jumlah bunga Rani adalah 12 bunga.

4. Menentukan Pengurangan dari Cerita
Kita menggunakan pengurangan ketika jumlah benda berkurang, diambil, diberikan, atau digunakan.

Kata yang dapat membantu:

diambil – diberikan – berkurang – digunakan – dimakan – tersisa

Contoh:
Dina mempunyai 15 permen. Ia memberikan 6 permen kepada adiknya. Berapa permen Dina yang tersisa?

Kalimat matematika:

15 − 6 = 9

Jadi:

Permen Dina yang tersisa adalah 9 permen.

5. Menentukan Informasi yang Diketahui dan Ditanyakan
Contoh:

Beni memiliki 8 buku. Ayah membelikan 5 buku lagi. Berapa jumlah buku Beni sekarang?

Diketahui:
Beni memiliki 8 buku.

Ayah memberikan 5 buku lagi.

Ditanyakan:
Jumlah buku Beni sekarang.

Operasi:
8 + 5

Hasil:
13

Jawaban:
Jumlah buku Beni sekarang adalah 13 buku.

6. Soal Cerita dengan Gambar
Guru dapat menggunakan gambar untuk membantu peserta didik.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

5 + 3 = 8

Cerita:

Siti memiliki 5 apel. Ibu memberikan 3 apel lagi. Berapa jumlah apel Siti?

Jawab: 8 apel.

7. Soal Cerita Pengurangan
๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช
10 kue

Dimakan:

๐Ÿช๐Ÿช๐Ÿช

3 kue

Kalimat matematika:

10 − 3 = 7

Jadi, kue yang tersisa adalah 7 kue.

8. Latihan Menyelesaikan Masalah Secara Mandiri
Peserta didik menyelesaikan soal tanpa langsung diberi tahu operasi hitungnya.

Contoh:
1.
Lala memiliki 9 pensil. Kakak memberikan 6 pensil lagi. Berapa pensil Lala sekarang?

Kalimat matematika:
9 + 6 = ....

Jawaban:
Lala memiliki .... pensil.

2.
Di dalam keranjang ada 17 jeruk. Ibu mengambil 5 jeruk untuk dibuat jus. Berapa jeruk yang tersisa?

Kalimat matematika:
17 − 5 = ....

Jawaban:
Jeruk yang tersisa adalah .... buah.

3.
Rafa mempunyai 8 kelereng. Budi mempunyai 7 kelereng. Berapa jumlah kelereng mereka?

Kalimat matematika:
8 + 7 = ....

Jawaban:
Jumlah kelereng mereka adalah .... kelereng.

๐Ÿง  LATIHAN BERPIKIR TELITI
Guru memberikan soal tanpa gambar agar peserta didik belajar memahami informasi dari cerita.

Ibu membeli 12 telur. Sebanyak 4 telur digunakan untuk memasak. Berapa telur yang masih ada?

Peserta didik diarahkan untuk berpikir:

12 telur → digunakan 4 → jumlah berkurang

Maka:

12 − 4 = 8

Jawaban: 8 telur.

๐Ÿ“šLKPD


๐ŸŒท REFLEKSI
“Apa yang harus kita lakukan sebelum menghitung soal cerita?”

“Bagaimana kita tahu menggunakan penjumlahan?”

“Bagaimana kita tahu menggunakan pengurangan?”

“Mengapa kita harus memeriksa kembali jawaban?”


๐ŸŒŸ KESIMPULAN
Untuk menyelesaikan soal cerita, kita harus:

BACA → PAHAMI → CARI INFORMASI → TENTUKAN OPERASI → HITUNG → PERIKSA → JAWAB

Penjumlahan digunakan ketika jumlah bertambah atau digabungkan.

Pengurangan digunakan ketika jumlah berkurang, diambil, atau diberikan.

Dengan belajar matematika, kita menjadi anak yang mandiri, teliti, jujur, dan bertanggung jawab.

“Aku bisa menyelesaikan soal cerita dengan teliti!” ๐ŸŒท

Rabu, 07-10-2026 PAK

KELAS 1C SD AL AZHAR 2 BANDAR  LAMPUNG  ๐Ÿ“Œ IDENTITAS  Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd.  Hari/Tanggal: Rabu, 07 O...