KELAS 1C SD AL AZHAR 2
BANDAR LAMPUNG
📌 IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih,, S. Pd.
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi
Materi: Menerapkan dan membiasakan sikap jujur
Pertemuan Ke: 11 (1 JP)
💗 CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal arti sikap jujur, memahami pentingnya berkata dan bertindak sesuai kenyataan, serta menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membiasakan diri berkata benar, mengakui kesalahan, tidak mengambil barang milik orang lain, tidak menyontek, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
💗 TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat menjelaskan arti sikap jujur, menyebutkan contoh perilaku jujur dan tidak jujur, membedakan tindakan yang menunjukkan kejujuran dan kebohongan, menjelaskan manfaat bersikap jujur, menceritakan pengalaman menerapkan sikap jujur, serta membiasakan perilaku jujur di rumah dan di sekolah.
🌷 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik belajar menyadari bahwa sikap jujur merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan setiap hari. Kejujuran berarti berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.
Peserta didik mengamati:
✏️ Perilaku yang menunjukkan sikap jujur.
✏️ Perilaku yang termasuk tidak jujur.
✏️ Pentingnya berkata sesuai kenyataan.
✏️ Keberanian mengakui kesalahan.
✏️ Tanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.
✏️ Akibat dari berbohong atau tidak berkata sebenarnya.
Contoh:
Rani tidak sengaja menjatuhkan pensil milik temannya hingga patah.
Rani berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada temannya.
✏️ Rani berkata sesuai kenyataan.
💗 Rani menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.
🌷 Teman Rani mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Peserta didik menyadari bahwa bersikap jujur perlu dilakukan meskipun tidak ada orang yang melihat. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya dan berusaha memperbaikinya.
🌷 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik memahami bahwa sikap jujur berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan kegiatan seperti:
Berkata sebenarnya kepada orang tua.
Mengakui jika belum mengerjakan tugas.
Tidak menyontek saat mengerjakan soal.
Mengembalikan pensil milik teman.
Tidak mengambil uang tanpa izin.
Mengakui kesalahan ketika merusakkan barang.
Tidak menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.
Mengembalikan uang kembalian yang berlebih.
Menyampaikan hasil pekerjaan sesuai kenyataan.
Berani meminta maaf setelah melakukan kesalahan.
Contoh:
Dina menemukan uang di dekat meja kelas.
Dina tidak mengambil uang tersebut untuk dirinya sendiri. Dina menyerahkan uang itu kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
Dina merasa senang karena telah melakukan tindakan yang benar.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa sikap jujur membuat orang lain percaya kepada kita, menjaga hubungan baik dengan teman, dan membantu menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman.
🌷 Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar menerapkan dan membiasakan sikap jujur melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:
Bermain “Detektif Kejujuran”.
Mengamati gambar perilaku jujur dan tidak jujur.
Bermain “Jujur atau Tidak Jujur?”.
Mengelompokkan kartu perilaku.
Bermain peran menjadi anak yang jujur.
Bermain “Pilih Sikap yang Tepat”.
Mendengarkan cerita tentang kejujuran.
Menceritakan pengalaman berkata jujur.
Membuat “Pohon Kejujuran”.
Mengucapkan “Janji Anak Jujur”.
Mengerjakan LKPD bergambar.
💗 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian sikap jujur.
Menyebutkan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenali contoh perilaku jujur di rumah.
Mengenali contoh perilaku jujur di sekolah.
Membedakan perilaku jujur dan tidak jujur.
Menjelaskan pentingnya berkata sesuai kenyataan.
Menjelaskan manfaat membiasakan sikap jujur.
Mengenali akibat dari perilaku tidak jujur.
Membiasakan diri mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Membiasakan diri tidak mengambil barang milik orang lain.
Menceritakan pengalaman menerapkan sikap jujur.
Membiasakan perilaku jujur dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
💗 MODEL/METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran:
Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah sederhana melalui situasi yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Metode Pembelajaran:
Tanya jawab.
Mengamati gambar.
Penugasan.
Refleksi pembelajaran.
💗 MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA
Gambar perilaku jujur dan tidak jujur.
Gambar anak mengakui kesalahan.
Kartu bertuliskan “JUJUR” dan “TIDAK JUJUR”.
LKPD bergambar.
📌 APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim.
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! 💗
Apa kabar hari ini?
Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.
Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat. 🤲✨
Anak-anak, coba ingat kembali kegiatan kalian di rumah dan di sekolah.
🌷 Siapa yang pernah berkata jujur kepada orang tua?
🌷 Siapa yang berani mengakui kesalahan?
🌷 Apa yang kalian lakukan jika menemukan pensil milik teman?
🌷 Apa yang kalian lakukan jika belum menyelesaikan tugas?
Wah, ternyata banyak kesempatan bagi kita untuk membiasakan sikap jujur!
Sekarang, coba bayangkan dua situasi berikut.
🏡 Situasi 1: Rani Anak Jujur
Rani tidak sengaja menumpahkan air di lantai kelas.
Ketika guru bertanya siapa yang menumpahkan air, Rani berani mengakui bahwa dirinya yang melakukannya.
Rani meminta maaf dan membantu membersihkan lantai dengan arahan guru.
Rani sudah menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.
🏫 Situasi 2: Beni Tidak Berkata Sebenarnya
Beni tidak sengaja merusakkan penggaris milik temannya.
Ketika ditanya, Beni mengatakan bahwa bukan dirinya yang merusakkan penggaris tersebut.
Beni belum menunjukkan sikap jujur karena tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya.
Anak-anak, dari kedua situasi tersebut, perilaku manakah yang sebaiknya kita contoh?
Tentu saja perilaku Rani, karena Rani berani berkata jujur, mengakui kesalahan, dan berusaha memperbaikinya.
Hari ini kita akan belajar:
💗 Mengenal arti sikap jujur.
💗 Mengetahui contoh perilaku jujur dan tidak jujur.
💗 Memahami manfaat membiasakan sikap jujur.
💗 Belajar berani mengakui kesalahan.
💗 Membiasakan diri menjadi anak yang jujur dan bertanggung jawab.
💗 KETERKAITAN DENGAN NILAI PANCASILA
Sholeh dan sholehah, sikap jujur merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bersikap jujur, kita belajar menghormati orang lain, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.
Kebiasaan tersebut berkaitan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Contohnya:
🌷 Sila ke-1 — Ketuhanan Yang Maha Esa
Berkata jujur karena meyakini bahwa Allah Swt. mengetahui segala perbuatan kita.
🌷 Sila ke-2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Berkata benar, tidak berbohong, meminta maaf ketika bersalah, dan tidak merugikan orang lain.
🌷 Sila ke-3 — Persatuan Indonesia
Menjaga kerukunan dengan teman, tidak menyebarkan kebohongan, dan saling percaya.
🌷 Sila ke-4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Menyampaikan pendapat sesuai kenyataan dan mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.
🌷 Sila ke-5 — Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Tidak mengambil barang milik orang lain, tidak menyontek, dan menghargai hak setiap orang.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik memahami bahwa sikap jujur membantu menciptakan lingkungan yang adil, rukun, dan saling percaya.
💗 KETERKAITAN ASMAUL HUSNA
🌷 1. Al-Khaliq — Maha Pencipta
Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta seluruh makhluk.
Allah menciptakan manusia dan mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh makhluk-Nya.
Sebagai peserta didik, kita belajar membiasakan sikap jujur karena Allah mengetahui perbuatan kita, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada orang yang melihat.
Contoh:
Dina tidak sengaja memecahkan gelas di rumah.
Dina berani memberi tahu Ibu tentang kejadian tersebut dan meminta maaf.
Dina belajar berkata jujur dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa kejujuran perlu dibiasakan dalam setiap keadaan.
🌷 2. Al-Malik — Maha Merajai
Allah Swt. adalah Al-Malik, yaitu Maha Merajai seluruh alam semesta.
Sebagai peserta didik, kita belajar menaati aturan, menghargai hak orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Contoh:
Budi menemukan pensil milik temannya di bawah meja.
Budi tidak mengambil pensil tersebut untuk dirinya sendiri. Budi menyerahkannya kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
Budi belajar menghargai hak orang lain dan melakukan tindakan yang benar.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Allah memberikan rezeki kepada makhluk-Nya. Kita perlu bersyukur atas nikmat tersebut dan membiasakan diri mendapatkan sesuatu melalui cara yang baik.
Contoh:
Siti menerima uang kembalian dari Ibu. Setelah menghitungnya, Siti mengetahui bahwa uang yang diterimanya berlebih.
Siti segera mengembalikan kelebihan uang tersebut kepada Ibu.
Siti menunjukkan rasa syukur, kejujuran, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita.
Alhamdulillah. 🤲💗
💗 MATERI PEMBELAJARAN
Yuk kita simak video pembelajaran dibawah ini:
💗 1. Mengenal Sikap Jujur
Sikap jujur adalah berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.
Anak yang jujur berani mengatakan hal yang sebenarnya, tidak berbohong, dan tidak menipu orang lain.
Contoh sikap jujur:
🌷 Mengakui kesalahan.
🌷 Berkata sebenarnya kepada orang tua.
🌷 Tidak menyontek saat mengerjakan soal.
🌷 Mengembalikan barang milik teman.
🌷 Mengatakan dengan jujur jika belum mengerjakan tugas.
🌷 Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Dengan membiasakan sikap jujur, kita belajar menjadi anak yang dapat dipercaya.
💗 2. Contoh Perilaku Jujur di Rumah
Di rumah, kita dapat menunjukkan sikap jujur melalui kebiasaan sederhana.
Contohnya:
🏡 Mengakui jika belum merapikan tempat tidur.
🏡 Berkata sebenarnya ketika ditanya orang tua.
🏡 Mengakui jika tidak sengaja merusakkan barang.
🏡 Mengembalikan uang kembalian yang berlebih.
🏡 Tidak mengambil uang tanpa izin.
🏡 Mengatakan jika belum menyelesaikan tugas rumah.
Contoh cerita:
Ibu bertanya kepada Rani apakah ia sudah merapikan tempat tidur.
Rani menjawab, “Belum, Bu. Saya akan merapikannya sekarang.”
Rani menunjukkan sikap jujur karena mengatakan keadaan yang sebenarnya dan bersedia bertanggung jawab.
💗 3. Contoh Perilaku Jujur di Sekolah
Di sekolah, kita juga perlu membiasakan sikap jujur.
Contohnya:
🌷 Tidak menyontek pekerjaan teman.
🌷 Tidak berbohong kepada guru.
🌷 Mengakui jika lupa mengerjakan tugas.
🌷 Mengembalikan barang yang ditemukan.
🌷 Tidak mengambil alat tulis milik teman tanpa izin.
🌷 Mengakui kesalahan ketika melakukan sesuatu yang tidak benar.
Contoh cerita:
Saat mengerjakan soal, Andi melihat jawaban temannya.
Andi memilih mengerjakan soal sendiri sesuai kemampuannya.
Andi menunjukkan sikap jujur dan berusaha percaya pada kemampuannya sendiri.
💗 4. Contoh Perilaku Tidak Jujur
Perilaku tidak jujur adalah tindakan yang tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya berkata bohong atau menyembunyikan kebenaran untuk menghindari tanggung jawab.
Contohnya:
Berbohong kepada orang tua.
Menyontek ketika mengerjakan soal.
Mengambil barang milik teman tanpa izin.
Menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.
Mengaku sudah mengerjakan tugas padahal belum.
Tidak mengakui kesalahan yang dilakukan.
Ingat!
Jika melakukan kesalahan, kita tidak perlu menutupinya dengan kebohongan. Kita harus berani berkata jujur, meminta maaf, dan berusaha memperbaiki kesalahan.
💗 5. Manfaat Membiasakan Sikap Jujur
Sikap jujur memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Manfaat bersikap jujur:
Dipercaya oleh orang lain.
Memiliki hubungan yang baik dengan teman.
Hati terasa lebih tenang.
Belajar bertanggung jawab.
Tidak merugikan orang lain.
Menciptakan suasana yang aman dan nyaman.
Membantu membangun kebiasaan antikorupsi sejak dini.
Contoh:
Ketika Siti selalu mengembalikan barang yang dipinjam, teman-temannya merasa senang dan percaya kepadanya.
Siti belajar bahwa kejujuran membantu menjaga persahabatan.
💗 6. Akibat Perilaku Tidak Jujur
Perilaku tidak jujur dapat menimbulkan akibat yang merugikan.
Contohnya:
🌷 Berbohong → orang lain dapat kehilangan kepercayaan.
🌷 Menyontek → kita tidak mengetahui kemampuan diri sendiri dengan benar.
🌷 Mengambil barang teman → teman dapat merasa sedih dan dirugikan.
🌷 Menyalahkan orang lain → masalah menjadi lebih sulit diselesaikan.
🌷 Menyembunyikan kesalahan → kesalahan tidak segera diperbaiki.
Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri berkata jujur dan berani bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.
💗 7. Membiasakan Diri Bersikap Jujur
Sikap jujur perlu dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika ada orang yang mengawasi.
Cara membiasakan sikap jujur:
Membiasakan berkata sesuai kenyataan.
Berani mengakui kesalahan.
Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
Tidak menyontek ketika mengerjakan tugas.
Tidak mengambil barang milik orang lain.
Mengembalikan barang yang ditemukan.
Bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Berusaha memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya.
Contoh:
Beni tidak sengaja menumpahkan air di kelas.
Beni segera memberi tahu guru dan meminta izin untuk membantu membersihkannya.
Beni menunjukkan sikap jujur karena berani mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
💗 8. Menceritakan Pengalaman Bersikap Jujur
Setiap peserta didik dapat memiliki pengalaman yang berbeda ketika menerapkan sikap jujur.
Kita dapat menceritakan pengalaman tersebut menggunakan kalimat sederhana.
Contoh cerita:
“Suatu hari, saya menemukan pensil milik teman di kelas. Saya menyerahkan pensil tersebut kepada guru. Saya senang karena dapat membantu mengembalikan barang kepada pemiliknya. Saya ingin selalu bersikap jujur.”
Peserta didik dapat menceritakan pengalamannya dengan menjawab pertanyaan berikut:
Apa yang terjadi?
Di mana kejadian tersebut berlangsung?
Apa yang kamu lakukan?
Mengapa kamu memilih tindakan tersebut?
Bagaimana perasaanmu setelah bersikap jujur?
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengenali perilaku baik dan membangun kebiasaan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menjelaskan bahwa pohon tersebut menjadi pengingat untuk membiasakan sikap jujur setiap hari.
Tujuan: Peserta didik mengenali dan membuat komitmen untuk menerapkan perilaku jujur.
💗 Kegiatan 5 — “Ceritakan Pengalaman Jujurku” 💗
Guru meminta peserta didik menceritakan satu pengalaman ketika berkata jujur atau melihat perilaku jujur.
Peserta didik dapat melengkapi kalimat berikut:
Pengalaman jujur yang pernah saya lakukan adalah ....
Kejadian tersebut berlangsung di ....
Saya bersikap jujur dengan cara ....
Manfaat dari tindakan saya adalah ....
Saya merasa ... setelah bersikap jujur.
Contoh:
2. Apa yang kamu lakukan jika tidak sengaja merusakkan barang teman?
Jawaban: ..........................................................
3. Apa yang kamu lakukan jika menemukan uang di kelas?
Jawaban: ..........................................................
4. Mengapa kita tidak boleh berbohong?
Jawaban: ..........................................................
5. Tuliskan satu janji untuk membiasakan sikap jujur!
Jawaban: ..........................................................
💗 PENUTUP
Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar mengenal dan membiasakan sikap jujur. 💗
Kita belajar bahwa kejujuran berarti berkata dan bertindak sesuai kenyataan. Kita juga belajar mengakui kesalahan, menghargai hak orang lain, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Ingat ya, sholeh dan sholehah:
🌷 Aku berkata sesuai kenyataan.
🌷 Aku berani mengakui kesalahan.
🌷 Aku tidak menyontek.
🌷 Aku tidak mengambil barang milik orang lain.
🌷 Aku mengembalikan barang yang kutemukan.
🌷 Aku meminta maaf jika melakukan kesalahan.
🌷 Aku bertanggung jawab atas perbuatanku.
🌷 Aku membiasakan sikap jujur setiap hari.
Semoga kita menjadi anak yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya oleh orang tua, guru, serta teman-teman.
“Aku Anak Jujur, Aku Anak Hebat!” 💗🌷
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷
