Jumat, 24 Oktober 2025

Senin, 27 Oktober 2025

 KELAS 4A SD AL AZHAR 2

BANDAR LAMPUNG



Hari/Tanggal : Senin, 27 Oktober 2025

Mata Pelajaran : Matematika dan Bahasa Indonesia

Alat Peraga : Teks cerita, Video, PPT

Metode Pembelajaran : Penugasan, diskusi

Assalamualaikum wr wb

Good Morning sholeh sholeha kelas 4A, Apa kabar hari ini? Semoga Anak - anak semua dalam keadaan sehat wal'afiat ya Aamin. 

Baiklah kemarin kita sudah mempelajari tentang mengidentifikasi nilai anti korupsi tentang sikap sederhana serta meneybutkan contoh penerapannya dirumah ataupun disekolah, Nah hari ini kita akan melanjutkan pemebelajaran kita. Mari kita ikuti pelajaran hari ini dengan penuh semangat 🤗🤗

BAHASA INDONESIA

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan mencari kalimat murid dapat menggunakan kosa kata baru dalam kalimat dengan benar sesuai ketentuan bahasa Indonesia. 

Materi :


📘 Materi: Konsep Dasar Kosakata Baru

A. Pengertian Kosakata

Kosakata adalah kumpulan kata yang kita gunakan dalam berbicara dan menulis.
Semakin banyak kosakata yang kita tahu, semakin mudah kita memahami dan menyampaikan ide.


B. Makna Denotatif, Konotatif, dan Kiasan

1. Makna Denotatif

➡️ Pengertian:
Makna denotatif adalah makna sebenarnya dari suatu kata, sesuai dengan kamus.
Tidak ada makna tambahan atau perasaan tertentu di dalamnya.

➡️ Contoh:

  • Ibu memasak nasi di dapur.
    (Makna denotatif karena kata “memasak nasi” berarti benar-benar memasak nasi.)


2. Makna Konotatif

➡️ Pengertian:
Makna konotatif adalah makna tambahan atau makna yang mengandung perasaan tertentu, bisa positif atau negatif.
Biasanya digunakan untuk menimbulkan kesan yang lebih halus atau indah.

➡️ Contoh:

  • Ayah adalah tulang punggung keluarga.
    (Makna konotatif, karena “tulang punggung” berarti orang yang menjadi penopang keluarga, bukan tulang yang sebenarnya.)

  • Rina adalah bunga desa.
    (Makna konotatif, artinya Rina adalah gadis yang cantik dan disukai di desanya.)


3. Makna Kiasan

➡️ Pengertian:
Makna kiasan adalah makna yang tidak sebenarnya, digunakan untuk memperindah bahasa atau memberikan perumpamaan.
Makna ini sering dijumpai dalam peribahasa, pantun, atau puisi.

➡️ Contoh:

  • Doni berhati baja.
    (Artinya Doni sangat kuat dan pantang menyerah, bukan hatinya terbuat dari baja.)

  • Ia panjang tangan.
    (Artinya suka mencuri, bukan tangannya benar-benar panjang.)


C. Perbedaan Ketiganya

Jenis MaknaCiri-CiriContoh KalimatMakna Sebenarnya?
DenotatifSesuai kamus, makna asliIbu mencuci baju di sumur.Ya
KonotatifMengandung perasaan atau nilaiIa bintang kelas.Tidak
KiasanPerumpamaan atau ungkapanHatinya sekeras batu.Tidak

D. Latihan Soal

  1. Tentukan apakah kalimat berikut bermakna denotatif, konotatif, atau kiasan!
    a. Adik makan nasi di dapur.
    b. Rudi tangan kanannya ayah di toko.
    c. Budi berlidah manis.
    d. Ibu menjemur pakaian di halaman.

  2. Buatlah 3 kalimat konotatif dan 2 kalimat kiasan buatanmu sendiri!


E. Kesimpulan

  • Makna denotatif = makna sebenarnya.

  • Makna konotatif = makna tambahan/perasaan tertentu.

  • Makna kiasan = makna perumpamaan atau tidak sebenarnya.
    Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa menggunakan kata dengan lebih tepat dan indah dalam berbicara maupun menulis.


MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika dengan benar. 

MATERI AJAR: PECAHAN CAMPURAN


✅ A. PENGERTIAN PECAHAN CAMPURAN

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.

Contoh:

  • 214 → dibaca: dua satu per empat

  • 535 → dibaca: lima tiga per lima


✅ B. MENGUBAH PECAHAN CAMPURAN KE PECAHAN BIASA

Langkah-langkah:

  1. Kalikan bilangan bulat dengan penyebut.

  2. Tambahkan pembilang.

  3. Hasilnya jadi pembilang baru, penyebut tetap.

Contoh:
Ubah 325 menjadi pecahan biasa:

(3×5)+2=15+2=17175


✅ C. MENGUBAH PECAHAN BIASA KE PECAHAN CAMPURAN

Langkah-langkah:

  1. Bagi pembilang dengan penyebut.

  2. Hasil bagi menjadi bilangan bulat.

  3. Sisa pembagian menjadi pembilang baru, penyebut tetap.

Contoh:
Ubah 227 menjadi pecahan campuran:

22÷7=3 sisa 1317


✅ D. OPERASI HITUNG PECAHAN CAMPURAN

1. Penjumlahan dan Pengurangan

Langkah:

  • Ubah semua pecahan campuran ke pecahan biasa.

  • Samakan penyebut jika berbeda.

  • Lakukan operasi (tambah/kurang).

  • Ubah kembali ke pecahan campuran jika perlu.

Contoh:

213+123=73+53=123=4

2. Perkalian

Langkah:

  • Ubah ke pecahan biasa.

  • Kalikan pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut.

  • Ubah ke pecahan campuran jika perlu.

Contoh:

212×114=52×54=258=318

3. Pembagian

Langkah:

  • Ubah ke pecahan biasa.

  • Kali dengan kebalikan dari pecahan kedua.

  • Ubah ke pecahan campuran jika perlu.

Contoh:

312÷134=72÷74=72×47=2814=2


✅ E. LATIHAN SOAL

1. Ubah ke pecahan biasa:
a. 425 = …
b. 713 = …

2. Ubah ke pecahan campuran:
a. 194 = …
b. 356 = …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 09 Januari 2026

  KELAS 4A SD AL AZHAR 2 BANDAR LAMPUNG Hari/Tanggal : Jumat, 09 Januari 2026 Mata Pelajaran : P Pancasila & PAK Alat Peraga : PPT Metod...