KELAS 1C SD AL AZHAR 2
BANDAR LAMPUNG
π IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Materi: Merefleksikan aturan di lingkungan rumah
Pertemuan Ke: 7 (2 JP)
π CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal dan memahami aturan yang berlaku di lingkungan keluarga serta menunjukkan perilaku mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat mengenali contoh aturan di rumah, menceritakan pengalaman mematuhi atau melanggar aturan, serta merefleksikan manfaat mematuhi aturan untuk menciptakan kehidupan keluarga yang tertib, aman, dan nyaman.
π TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat merefleksikan aturan di lingkungan keluarga melalui kegiatan mengamati gambar, berdiskusi, menceritakan pengalaman, membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan, serta menyampaikan komitmen untuk mematuhi aturan di rumah dengan disiplin dan tanggung jawab.
π· Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik menyadari bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang perlu dipatuhi agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Peserta didik mengamati dan memahami:
✏️ Contoh aturan yang berlaku di rumah.
✏️ Perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.
✏️ Manfaat mematuhi aturan di rumah.
✏️ Akibat jika aturan di rumah dilanggar.
✏️ Pengalaman diri dalam mematuhi aturan keluarga.
Contoh:
Setiap pagi, Rani merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur.
Rani merasa senang karena kamarnya menjadi rapi.
Refleksi: Rani sudah melaksanakan aturan dan tanggung jawabnya di rumah.
Peserta didik belajar menyadari bahwa kebiasaan sederhana dapat menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab.
π· Meaningful (Bermakna)
Peserta didik memahami bahwa aturan keluarga berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Peserta didik menghubungkan materi dengan kegiatan seperti:
Merapikan tempat tidur setelah bangun.
Berpamitan kepada orang tua sebelum pergi.
Belajar sesuai jadwal.
Meletakkan mainan kembali setelah digunakan.
Membantu menjaga kebersihan rumah.
Berbicara sopan kepada anggota keluarga.
Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Contoh:
Beni selesai bermain bersama adiknya. Ia kemudian merapikan semua mainannya.
Mengapa Beni melakukan hal tersebut?
Karena Beni ingin menjaga rumah tetap rapi dan mematuhi aturan keluarga.
Peserta didik memahami bahwa mematuhi aturan merupakan kebiasaan baik yang dapat dilakukan setiap hari.
π· Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar merefleksikan aturan di lingkungan keluarga melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:
Bermain “Sudah atau Belum?”.
Mengamati gambar kegiatan di rumah.
Bermain “Pilih Perilaku yang Baik”.
Mencocokkan gambar dengan aturan keluarga.
Bercerita tentang pengalaman di rumah.
Bermain kartu perilaku baik dan kurang baik.
Membuat janji menjadi anak yang disiplin.
Mengisi lembar refleksi sederhana.
π ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian aturan di lingkungan keluarga.
Menyebutkan contoh aturan yang berlaku di rumah.
Mengidentifikasi perilaku yang sesuai dengan aturan keluarga.
Mengidentifikasi perilaku yang tidak sesuai dengan aturan keluarga.
Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di rumah.
Menjelaskan akibat jika aturan di rumah dilanggar.
Menceritakan pengalaman mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Menceritakan pengalaman ketika lupa atau tidak mematuhi aturan.
Mengungkapkan perasaan setelah mematuhi atau melanggar aturan.
Merefleksikan perilaku yang sudah dilakukan di rumah.
Menentukan kebiasaan yang perlu diperbaiki agar lebih disiplin.
Menunjukkan komitmen untuk mematuhi aturan keluarga dengan tanggung jawab.
π MODEL/METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran:
Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual.
Metode Pembelajaran:
Tanya jawab.
Mengamati gambar.
Penugasan.
π MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA
Gambar perilaku mematuhi aturan.
Gambar perilaku melanggar aturan.
LKPD.
π YUK KITA SIMAK!
Mari belajar mengenal dan merefleksikan aturan di lingkungan keluarga melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
π APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim.
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! π
Apa kabar hari ini?
Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.
Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan kita anak yang disiplin serta bertanggung jawab. π€²✨
Anak-anak, coba ingat kembali kegiatan yang kalian lakukan ketika berada di rumah.
π· Siapa yang merapikan tempat tidur setelah bangun?
π· Siapa yang berpamitan kepada orang tua sebelum pergi bermain?
π· Apa yang kalian lakukan setelah selesai bermain dengan mainan?
π· Apakah kalian memiliki aturan belajar di rumah?
Hebat! Setiap keluarga dapat memiliki aturan yang berbeda sesuai kesepakatan keluarga.
Sekarang, coba perhatikan cerita berikut!
Cerita: Dika dan Aturan di Rumah
Setiap pagi, Dika bangun tidur dan merapikan tempat tidurnya. Setelah selesai bermain, Dika mengembalikan mainannya ke tempat semula. Ketika ingin pergi bermain bersama teman, Dika berpamitan kepada Ibu.
Dika berusaha mematuhi aturan di rumah agar kegiatan keluarga berjalan tertib.
Pertanyaan untuk peserta didik:
Apa yang dilakukan Dika setelah bangun tidur?
Apa yang dilakukan Dika setelah selesai bermain?
Mengapa Dika berpamitan kepada Ibu?
Apakah Dika sudah mematuhi aturan di rumah?
Jawaban yang diharapkan:
Dika merapikan tempat tidur, mengembalikan mainan, dan berpamitan kepada Ibu sebelum pergi bermain. Dika sudah berusaha mematuhi aturan di rumah.
Hari ini kita akan belajar menjadi “Anak Hebat yang Taat Aturan!” π·
Hari ini kita akan belajar:
π Mengenal aturan di lingkungan keluarga.
π Memahami manfaat mematuhi aturan di rumah.
π Merefleksikan pengalaman mematuhi dan melanggar aturan.
π Membiasakan diri menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.
π KETERKAITAN DENGAN KEBESARAN ALLAH SWT.
Sholeh dan sholehah, Allah Swt. menciptakan manusia untuk hidup saling menyayangi, menghormati, dan membantu satu sama lain.
Keluarga merupakan tempat pertama bagi kita untuk belajar melakukan kebaikan.
Di rumah, kita belajar menghormati orang tua, membantu anggota keluarga, menjaga kebersihan, dan melaksanakan tanggung jawab.
Ketika kita mematuhi aturan yang baik, kita belajar menjadi anak yang disiplin dan bertanggung jawab.
Jika kita melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya, meminta maaf, dan berusaha memperbaikinya.
Mari kita bersyukur kepada Allah Swt. karena memiliki keluarga yang dapat membimbing kita untuk menjadi anak yang baik.
Mari kita mengucapkan:
Alhamdulillah. π€²π
π KETERKAITAN ASMAUL HUSNA
π· 1. Al-Malik — Maha Merajai
Allah Swt. adalah Al-Malik, yaitu Maha Merajai dan Maha Menguasai.
Sebagai anak yang baik, kita perlu belajar hidup tertib, menaati aturan yang baik, dan melaksanakan tanggung jawab di rumah.
Contoh penerapan:
Mengikuti kesepakatan aturan bersama keluarga.
Melaksanakan jadwal belajar.
Merapikan mainan setelah digunakan.
Mendengarkan nasihat orang tua.
Melakukan tugas di rumah dengan tertib.
Contoh cerita:
Siti memiliki aturan untuk belajar setelah selesai beristirahat. Ketika waktunya belajar, Siti menyimpan mainannya dan mulai belajar.
Siti berusaha melaksanakan aturan yang telah disepakati bersama orang tuanya.
Refleksi: Siti menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
π· 2. Al-'Alim — Maha Mengetahui
Allah Swt. adalah Al-'Alim, yaitu Maha Mengetahui.
Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk perbuatan yang kita lakukan.
Kita harus membiasakan diri melakukan kebaikan, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada yang melihat.
Contoh penerapan:
Merapikan barang milik sendiri tanpa harus selalu diingatkan.
Berkata jujur ketika melakukan kesalahan.
Mengakui jika belum melaksanakan aturan.
Memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.
Contoh cerita:
Beni tidak sengaja membuat ruang bermain berantakan. Ia kemudian mengakui kesalahannya dan merapikan mainan yang berserakan.
Beni belajar untuk jujur dan bertanggung jawab.
π· 3. As-Sami' — Maha Mendengar
Allah Swt. adalah As-Sami', yaitu Maha Mendengar.
Kita dapat membiasakan diri mendengarkan nasihat orang tua dengan baik dan berbicara secara sopan kepada anggota keluarga.
Contoh penerapan:
Mendengarkan nasihat Ayah dan Ibu.
Memperhatikan ketika orang tua berbicara.
Menjawab dengan sopan.
Melaksanakan arahan yang baik dari orang tua.
Contoh cerita:
Ibu meminta Lina meletakkan sepatu di rak setelah pulang sekolah. Lina mendengarkan nasihat Ibu dan meletakkan sepatunya dengan rapi.
Lina menunjukkan sikap menghormati orang tua.
Alhamdulillah. π€²π
π MATERI PEMBELAJARAN
Mari kita simak video pembelajaran dibawah ini:
π 1. Mengenal Aturan di Lingkungan Keluarga
Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan atau kesepakatan yang perlu dilakukan oleh anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Aturan membantu setiap anggota keluarga mengetahui hal-hal yang boleh dilakukan, hal-hal yang perlu dihindari, serta tanggung jawab masing-masing.
Contoh aturan di rumah:
Bangun tidur sesuai kebiasaan yang disepakati.
Merapikan tempat tidur.
Berpamitan sebelum pergi.
Belajar sesuai jadwal.
Merapikan mainan setelah digunakan.
Membantu menjaga kebersihan rumah.
Berbicara sopan kepada anggota keluarga.
π 2. Perilaku yang Sesuai dengan Aturan Keluarga
Perilaku yang sesuai dengan aturan adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan aturan atau kesepakatan yang berlaku di rumah.
Contoh:
π· Rani merapikan tempat tidur setelah bangun.
π· Beni meletakkan sepatu di rak.
π· Siti meminta izin sebelum pergi bermain.
π· Ali belajar sesuai jadwal.
π· Lina membantu merapikan meja makan sesuai kemampuannya.
Perilaku tersebut menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keluarga.
π 3. Perilaku yang Tidak Sesuai dengan Aturan Keluarga
Perilaku yang tidak sesuai dengan aturan adalah tindakan yang bertentangan dengan aturan atau kesepakatan yang berlaku di rumah.
Contoh:
π· Membiarkan mainan berserakan setelah bermain.
π· Pergi bermain tanpa berpamitan kepada orang tua.
π· Sengaja mengotori rumah.
π· Tidak melaksanakan tugas yang sudah disepakati.
π· Berbicara kasar kepada anggota keluarga.
Jika melakukan kesalahan, kita tidak boleh langsung menyerah atau menyalahkan orang lain. Kita perlu mengakui kesalahan, meminta maaf jika diperlukan, dan memperbaiki perilaku.
π 4. Manfaat Mematuhi Aturan di Rumah
Mematuhi aturan memberikan banyak manfaat bagi keluarga.
Manfaatnya antara lain:
Rumah menjadi lebih rapi.
Kegiatan sehari-hari menjadi tertib.
Anggota keluarga merasa nyaman.
Kita belajar disiplin.
Kita belajar bertanggung jawab.
Hubungan keluarga menjadi lebih harmonis.
Contoh:
Jika semua anggota keluarga mengembalikan barang ke tempatnya, rumah akan lebih rapi dan barang mudah ditemukan.
π 5. Akibat Jika Melanggar Aturan di Rumah
Melanggar aturan dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban keluarga.
Contoh:
Mainan yang tidak dirapikan membuat rumah berantakan.
Pergi tanpa berpamitan dapat membuat orang tua khawatir.
Tidak melaksanakan tugas dapat membuat pekerjaan rumah terbengkalai.
Berbicara kasar dapat menyakiti perasaan anggota keluarga.
Jika hal tersebut terjadi, kita perlu memperbaiki tindakan dan berusaha tidak mengulanginya.
π· KEGIATAN PEMBELAJARAN
π Kegiatan 1 — “Sudah atau Belum?”
Guru menyebutkan beberapa kebiasaan di rumah.
Peserta didik mengangkat tangan jika pernah atau sudah melakukan kebiasaan tersebut.
Contoh kebiasaan:
Merapikan tempat tidur.
Berpamitan sebelum pergi.
Belajar sesuai jadwal.
Merapikan mainan setelah bermain.
Membantu menjaga kebersihan rumah.
Guru bertanya:
“Anak-anak, kebiasaan mana yang sudah kalian lakukan? Kebiasaan mana yang masih perlu diperbaiki?”
Peserta didik menjawab berdasarkan pengalaman masing-masing.
Tujuan: Peserta didik mengenali kebiasaan diri dalam mematuhi aturan keluarga.
π Kegiatan 2 — “Pilih Perilaku yang Baik”
Guru menunjukkan atau membacakan dua contoh perilaku.
Contoh 1:
Rani selesai bermain dan merapikan mainannya.
Contoh 2:
Beni selesai bermain dan membiarkan mainannya berserakan.
Guru bertanya:
Siapa yang sudah mematuhi aturan?
Perilaku mana yang sebaiknya kita contoh?
Apa manfaat merapikan mainan?
Peserta didik menyampaikan jawaban dan alasannya secara sederhana.
Tujuan: Peserta didik dapat membedakan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan aturan keluarga.
π Kegiatan 3 — “Ceritakan Pengalamanmu”
Guru meminta peserta didik menceritakan pengalaman ketika mematuhi aturan di rumah.
Pertanyaan panduan:
Aturan apa yang kamu lakukan?
Kapan kamu melakukannya?
Siapa yang mengingatkanmu?
Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?
Contoh jawaban:
“Saya merapikan tempat tidur setiap pagi. Saya merasa senang karena kamar menjadi rapi.”
Peserta didik boleh bercerita secara lisan atau menuliskan jawaban sederhana.
Tujuan: Peserta didik dapat menceritakan pengalaman mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
π Kegiatan 4 — “Detektif Aturan” π
Guru memberikan beberapa situasi kepada peserta didik.
Peserta didik menentukan apakah tindakan tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan aturan keluarga.
Situasi 1: Siti berpamitan kepada Ibu sebelum pergi bermain.
Situasi 2: Beni membiarkan mainannya berserakan.
Situasi 3: Ali mendengarkan nasihat Ayah.
Situasi 4: Lina sengaja mengotori ruang keluarga.
Peserta didik menjelaskan alasan pilihannya.
Tujuan: Peserta didik mampu mengenali tindakan yang perlu dipertahankan dan tindakan yang perlu diperbaiki.
π Kegiatan 5 — “Janji Anak Hebat” π
Guru mengajak peserta didik memikirkan satu aturan yang ingin lebih rajin mereka patuhi.
Peserta didik melengkapi kalimat berikut:
“Mulai hari ini, saya akan .... agar ....”
Contoh:
“Mulai hari ini, saya akan merapikan mainan setelah bermain agar rumah tetap rapi.”
Peserta didik menyampaikan janji secara lisan atau menuliskannya pada buku.
Tujuan: Peserta didik menunjukkan komitmen untuk membiasakan perilaku disiplin dan bertanggung jawab di rumah.
π REFLEKSI
Guru mengajak peserta didik menjawab pertanyaan berikut.
π· Apa yang dimaksud dengan aturan di lingkungan keluarga?
π· Sebutkan dua contoh aturan yang berlaku di rumah!
π· Apa manfaat mematuhi aturan keluarga?
π· Apa yang sebaiknya dilakukan jika kita melanggar aturan?
π· Aturan apa yang sudah kamu patuhi dengan baik?
π· Kebiasaan apa yang masih perlu kamu perbaiki?
π· Apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini agar menjadi anak yang lebih disiplin?
Peserta didik menyimpulkan:
“Aturan di rumah membantu keluarga hidup tertib dan nyaman. Aku akan berusaha mematuhi aturan, bertanggung jawab atas tindakanku, serta memperbaiki kesalahan agar menjadi anak yang lebih baik.”
π YUK BERLATIH!
Materi: Merefleksikan Aturan di Lingkungan Keluarga
π PENUTUP
Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar merefleksikan aturan di lingkungan keluarga. π
Kita belajar bahwa aturan di rumah membantu keluarga hidup dengan tertib, aman, dan nyaman.
Kita juga belajar mengenali perilaku yang sudah baik, mengakui kesalahan, dan memperbaiki kebiasaan yang masih perlu ditingkatkan.
Ingat ya, sholeh dan sholehah:
π· Aku berusaha mematuhi aturan di rumah.
π· Aku mendengarkan nasihat orang tua.
π· Aku melaksanakan tanggung jawabku.
π· Aku berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
π· Aku membiasakan diri menjadi anak yang disiplin dan sopan.
π· Aku bersyukur kepada Allah Swt. dan berusaha melakukan kebaikan setiap hari.
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. π·Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar bersama dengan semangat. Ibu/Bapak Guru bangga karena kalian sudah berusaha mendengarkan, bertanya, menjawab, dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Good job, everyone! Semoga ilmu yang kita pelajari hari ini bermanfaat dan bisa kalian ingat serta praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan mengucapkan hamdalah bersama.
See you again, my smart students! (Sampai bertemu lagi, anak-anak hebat!), Bu Hesti akhiri Wassalamualaikum wr wb ππ»π₯°


Tidak ada komentar:
Posting Komentar