KELAS 1C SD AL AZHAR 2
BANDAR LAMPUNG
π IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S.Pd.
Hari/Tanggal: Senin, 19 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Matematika
Materi: Makna Simbol Sama Dengan (=) pada Penjumlahan
Pertemuan Ke: 1 (2 JP)
π CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami makna simbol matematika sederhana dan menggunakannya untuk menyatakan hubungan antara bilangan dan hasil penjumlahan. Peserta didik mampu menggunakan benda konkret, gambar, dan kalimat matematika sederhana untuk memahami bahwa simbol sama dengan (=) menunjukkan bahwa nilai di kedua sisi memiliki jumlah yang sama.
π― TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:
Mengenali simbol sama dengan (=).
Menjelaskan makna simbol sama dengan (=) menggunakan bahasa sederhana.
Memahami bahwa tanda sama dengan menunjukkan kedua sisi memiliki nilai yang sama.
Menghubungkan benda konkret dengan kalimat matematika.
Menuliskan simbol sama dengan dalam kalimat penjumlahan.
Menentukan hasil penjumlahan sederhana menggunakan simbol sama dengan.
Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan simbol atau bilangan yang tepat.
Menyelesaikan latihan penjumlahan secara mandiri dan teliti.
Menunjukkan sikap bersyukur, tertib, dan bertanggung jawab selama pembelajaran.
π± MINDFUL (Berkesadaran)
Peserta didik diajak untuk fokus mengamati jumlah benda sebelum dan sesudah dijumlahkan.
Guru menunjukkan dua kelompok benda, misalnya:
ππ + πππ = πππππ
Guru bertanya:
Berapa jumlah apel di kelompok pertama?
Berapa jumlah apel di kelompok kedua?
Berapa jumlah seluruh apel?
Apa arti tanda sama dengan (=)?
Peserta didik diarahkan untuk memahami bahwa tanda sama dengan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan memiliki jumlah yang sama.
Peserta didik juga dibiasakan menghitung secara perlahan, teliti, dan tidak terburu-buru.
π‘ MEANINGFUL (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan penggunaan simbol sama dengan dengan kegiatan sehari-hari.
Contoh:
Menghitung buah yang dimiliki.
Menghitung jumlah pensil.
Menghitung mainan.
Menghitung buku di meja.
Menghitung makanan yang tersedia.
Contoh situasi:
Dina memiliki 2 pensil. Ibu memberikan 3 pensil lagi. Sekarang Dina memiliki 5 pensil.
Kalimat matematikanya:
2 + 3 = 5
Peserta didik memahami bahwa tanda sama dengan membantu kita menuliskan hasil penjumlahan dengan jelas.
π JOYFUL (Menyenangkan)
Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan:
Menghitung benda konkret.
Mengamati gambar buah dan mainan.
Permainan kartu angka.
Permainan mencari pasangan penjumlahan.
Menyusun kalimat matematika.
Permainan “Pasangkan dengan Hasilnya”.
Latihan sederhana secara berpasangan.
Tantangan “Detektif Tanda Sama Dengan”.
π ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengamati benda konkret dalam kelompok.
Menghitung jumlah benda pada setiap kelompok.
Melakukan penjumlahan menggunakan benda konkret.
Mengenali simbol sama dengan (=).
Memahami makna simbol sama dengan.
Menghubungkan simbol (=) dengan hasil penjumlahan.
Membaca kalimat matematika sederhana.
Menuliskan kalimat matematika berdasarkan gambar.
Melengkapi kalimat penjumlahan sederhana.
Menentukan hasil penjumlahan dengan tepat.
Memeriksa kembali hasil perhitungan.
Menyelesaikan latihan secara mandiri dan teliti.
π§© MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Discovery Learning.
Metode Pembelajaran:
Demonstrasi.
Tanya jawab.
Penugasan
Refleksi.
πΌ️ MEDIA PEMBELAJARAN
Kartu angka 1–20.
Kartu simbol (+) dan (=).
LKPD penjumlahan.
πΌ APERSEPSI
Guru membawa beberapa pensil dan meletakkannya di atas meja.
Guru menunjukkan 2 pensil, kemudian menambahkan 3 pensil lagi.
Guru bertanya:
Ada berapa pensil pada awalnya?
Berapa pensil yang ditambahkan?
Berapa jumlah seluruh pensil?
Bagaimana cara menuliskan penjumlahan tersebut?
Guru menuliskan:
2 + 3 = 5
Guru menjelaskan:
Angka 2 menunjukkan jumlah pensil pertama.
Angka 3 menunjukkan jumlah pensil yang ditambahkan.
Tanda (+) berarti ditambah.
Tanda (=) berarti sama dengan.
Angka 5 menunjukkan jumlah seluruh pensil.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
“Hari ini kita akan belajar memahami arti tanda sama dengan (=) dalam penjumlahan.”
π KETERKAITAN DENGAN ASMAUL HUSNA
πΎ 1. AR-RAZZAQ — Allah Maha Pemberi Rezeki
Ar-Razzaq berarti Allah Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan berbagai rezeki kepada makhluk-Nya, seperti makanan, buah-buahan, dan kebutuhan sehari-hari.
Keterkaitan dengan materi
Peserta didik menggunakan contoh benda yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti buah dan makanan, untuk belajar menghitung dan menjumlahkan.
Peserta didik juga belajar bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah serta membiasakan diri berbagi dengan sesama.
Contoh cerita matematika:
Ibu memiliki 3 buah apel. Ayah memberikan 2 buah apel lagi.
Berapa jumlah seluruh apel?
Kalimat matematika:
3 + 2 = 5
Jadi, jumlah seluruh apel adalah 5 buah.
Pesan pembelajaran:
“Allah Ar-Razzaq memberikan rezeki kepada kita. Kita bersyukur atas rezeki Allah dan belajar berbagi dengan orang lain.”
Pertanyaan pemantik
Siapa yang memberikan rezeki kepada kita?
Bagaimana cara kita bersyukur atas makanan yang kita miliki?
Jika ada 3 apel dan ditambah 2 apel, berapa jumlahnya?
π³ 2. AL-KHALIQ — Allah Maha Pencipta
Al-Khaliq berarti Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta.
Keterkaitan dengan materi
Peserta didik belajar menghitung benda-benda ciptaan Allah, seperti buah, bunga, dan hewan. Benda-benda tersebut digunakan sebagai contoh konkret dalam kegiatan penjumlahan.
Peserta didik juga belajar mengamati jumlah benda dengan teliti dan bersyukur atas ciptaan Allah.
Contoh cerita matematika:
Di taman ada 4 bunga merah dan 3 bunga kuning.
Berapa jumlah seluruh bunga?
Kalimat matematika:
4 + 3 = 7
Jadi, jumlah seluruh bunga adalah 7 bunga.
Pesan pembelajaran:
“Allah Al-Khaliq menciptakan alam yang indah. Kita belajar menghitung ciptaan Allah dan menjaga lingkungan dengan baik.”
Pertanyaan pemantik
Siapa yang menciptakan tumbuhan dan hewan?
Apa saja ciptaan Allah yang dapat kita hitung?
Jika ada 4 bunga merah dan 3 bunga kuning, berapa jumlah semuanya?
π 3. AL-MALIK — Allah Maha Merajai
Al-Malik berarti Allah Maha Merajai dan memiliki seluruh alam.
Keterkaitan dengan materi
Peserta didik belajar menggunakan bilangan dan simbol matematika secara tepat. Peserta didik memahami bahwa tanda sama dengan (=) memiliki makna tertentu, yaitu menunjukkan bahwa nilai di kedua sisi sama.
Peserta didik juga dibiasakan mengikuti langkah pengerjaan secara tertib, teliti, dan bertanggung jawab.
Contoh:
Di atas meja terdapat 2 buku dan 3 buku lagi.
2 + 3 = 5
Jumlah buku adalah 5.
Guru menjelaskan bahwa tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menulis hasil, tetapi menunjukkan bahwa nilai di kedua sisi kalimat matematika sama.
Contoh lain:
2 + 3 = 4 + 1
Kedua sisi bernilai 5 sehingga tanda sama dengan digunakan dengan tepat.
Pesan pembelajaran:
“Allah Al-Malik adalah penguasa seluruh alam. Kita belajar hidup tertib, menaati aturan yang baik, dan mengerjakan matematika dengan teliti serta jujur.”
Pertanyaan pemantik
Apa arti tanda sama dengan (=)?
Mengapa kita harus menghitung dengan teliti?
Apakah 2 + 3 sama dengan 4 + 1? Mengapa?
Mari kita simak video pembelajaran berikut:
❤️ MATERI PEMBELAJARAN
1. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)
Simbol = dibaca sama dengan.
Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.
Contoh:
2 + 3 = 5
Artinya, 2 ditambah 3 sama dengan 5.
4 + 1 = 5
Artinya, 4 ditambah 1 sama dengan 5.
2. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda
Perhatikan contoh berikut.
ππ + πππ = πππππ
2 apel ditambah 3 apel sama dengan 5 apel.
Jadi:
2 + 3 = 5
Contoh menggunakan pensil:
✏️✏️✏️ + ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️✏️
3 pensil ditambah 2 pensil sama dengan 5 pensil.
Jadi:
3 + 2 = 5
3. Tanda Sama Dengan Menunjukkan Nilai yang Sama
Perhatikan:
2 + 3 = 5
Nilai di sebelah kiri adalah 5.
Nilai di sebelah kanan adalah 5.
Karena keduanya bernilai sama, kita menggunakan tanda =.
Contoh lainnya:
4 + 2 = 3 + 3
Sebelah kiri: 4 + 2 = 6.
Sebelah kanan: 3 + 3 = 6.
Kedua sisi sama-sama bernilai 6.
Maka, kalimat matematika tersebut benar.
4. Tanda Sama Dengan Tidak Selalu Diikuti Hasil di Sebelah Kanan
Perhatikan contoh berikut:
3 + 2 = 4 + 1
Apakah benar?
Ya, benar!
3 + 2 = 5.
4 + 1 = 5.
Kedua sisi memiliki nilai yang sama, yaitu 5.
Jadi, tanda sama dengan menunjukkan kesamaan nilai, bukan hanya berarti “tuliskan jawaban setelah tanda sama dengan”.
5. Melengkapi Kalimat Matematika
Isilah bagian yang kosong dengan bilangan yang tepat.
1. 2 + 2 = ....
Jawaban: 4
2. 3 + 4 = ....
Jawaban: 7
3. 5 = 2 + ....
Jawaban: 3
4. 3 + 2 = 4 + ....
Jawaban: 1
5. 6 + 2 = .... + 3
Jawaban: 5
Guru dapat menggunakan benda konkret untuk membantu peserta didik yang masih kesulitan menghitung
6. Memahami Tanda Sama Dengan dalam Soal Cerita
Tanda sama dengan (=) menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan sama.
Perhatikan contoh:
Cerita: Ada 2 apel dan 3 jeruk. Berapa jumlah seluruh buah?
Kalimat matematika:
2 + 3 = 5
Nilai di sebelah kiri adalah 5 dan nilai di sebelah kanan juga 5.
Contoh lain:
Cerita: Rina mempunyai 2 pensil merah dan 3 pensil biru. Siti mempunyai 4 pensil merah dan 1 pensil biru. Apakah jumlah pensil mereka sama?
Kalimat matematika:
2 + 3 = 4 + 1
5 = 5
Jawaban: Ya, jumlah pensil mereka sama, yaitu 5 pensil.
✏️ LATIHAN
π· REFLEKSI PEMBELAJARAN
Peserta didik memberi tanda centang (✓) sesuai dengan pemahamannya.
☐ Saya mengenal simbol sama dengan (=).
☐ Saya mengetahui arti tanda sama dengan.
☐ Saya dapat menghitung penjumlahan sederhana.
☐ Saya dapat menentukan apakah dua nilai sama.
☐ Saya mengerjakan soal dengan teliti dan jujur.
Guru mengajukan pertanyaan refleksi:
Apa arti simbol sama dengan (=)?
Mengapa 2 + 3 sama dengan 4 + 1?
Bagaimana cara memeriksa jawaban penjumlahan?
π KESIMPULAN
Simbol = dibaca sama dengan.
Tanda sama dengan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan kanan memiliki jumlah yang sama.
Contoh:
2 + 3 = 5
4 + 1 = 5
2 + 3 = 4 + 1
Ketiga contoh tersebut menunjukkan hubungan nilai yang sama.
Dalam belajar matematika, kita harus menghitung dengan teliti, jujur, dan tidak terburu-buru.
π Ingat!
TANDA (+) = DITAMBAH
TANDA (=) = SAMA DENGAN
Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar bersama dengan semangat. Ibu/Bapak Guru bangga karena kalian sudah berusaha mendengarkan, bertanya, menjawab, dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Good job, everyone! Semoga ilmu yang kita pelajari hari ini bermanfaat dan bisa kalian ingat serta praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan mengucapkan hamdalah bersama.
See you again, my smart students! (Sampai bertemu lagi, anak-anak hebat!), Bu Hesti akhiri Wassalamualaikum wr wb ππ»π₯°


Tidak ada komentar:
Posting Komentar