Rabu, 21 Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd. 
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Materi: Mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah dan menyebutkan objek yang menarik
Pertemuan Ke: 2 (2 JP)

πŸ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengamati berbagai benda dan suasana yang terdapat di lingkungan sekolah, mengenali objek berdasarkan bentuk, warna, ukuran, dan ciri-cirinya, serta menyampaikan hal yang menarik menurut dirinya dengan bahasa sederhana. Peserta didik mampu menunjukkan rasa ingin tahu, menceritakan hasil pengamatan, dan menghargai keberagaman objek yang ada di lingkungan sekitar.

πŸ’— TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

Mengamati berbagai benda dan suasana di lingkungan sekolah dengan saksama.

Menyebutkan minimal tiga objek yang terdapat di lingkungan sekolah.

Mengidentifikasi ciri-ciri objek berdasarkan bentuk, warna, ukuran, atau kegunaannya.

Menyampaikan alasan sederhana mengapa suatu objek menarik menurut dirinya.

Menceritakan hasil pengamatan secara lisan dengan bahasa yang jelas dan santun.

Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, serta menghargai pendapat teman.

🌷 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik secara sadar menggunakan indra penglihatan untuk mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah. Peserta didik memperhatikan bentuk, warna, ukuran, dan ciri khas objek tanpa terburu-buru. Peserta didik juga belajar menyadari bahwa setiap orang dapat memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap suatu objek.

🌷 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik menghubungkan pembelajaran seni rupa dengan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ruang kelas, taman sekolah, pohon, bunga, meja, kursi, papan tulis, dan tempat bermain. Peserta didik memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya seni.

🌷 Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik mengikuti kegiatan pengamatan melalui permainan “Detektif Cilik di Sekolah”, berburu objek menarik, menebak benda berdasarkan cirinya, menggambar objek yang disukai, serta menceritakan hasil pengamatan kepada guru dan teman.

πŸ’— ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian objek di lingkungan sekitar.

Mengamati berbagai benda dan suasana di lingkungan sekolah.

Mengidentifikasi objek yang terdapat di dalam dan di luar kelas.

Mengenali ciri-ciri objek berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran.

Menyebutkan nama objek yang ditemukan saat pengamatan.

Membedakan ciri-ciri beberapa objek sederhana.

Memilih objek yang paling menarik menurut diri sendiri.

Menjelaskan alasan memilih objek yang dianggap menarik.

Menceritakan hasil pengamatan dengan bahasa sederhana.

Menggambar objek yang menarik berdasarkan hasil pengamatan.

Menghargai perbedaan pilihan dan pendapat teman.

Menunjukkan sikap teliti, percaya diri, dan peduli terhadap lingkungan sekolah.

πŸ’— MODEL/METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Discovery Learning

Metode Pembelajaran:

Tanya jawab

Pengamatan langsung

Menggambar

Penugasan

πŸ’— MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA
Gambar benda dan suasana sekolah

LKPD

Video pembelajaran tentang lingkungan sekolah

πŸ“Œ APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim.
Selamat pagi, ananda saleh dan salehah kelas 1C! πŸ’—

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kita kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Anak-anak, hari ini kita akan belajar Seni Rupa dengan mengamati berbagai benda dan suasana yang ada di lingkungan sekolah.

Coba ingat kembali saat kalian datang ke sekolah. Apa saja yang kalian lihat?

Apakah kalian melihat pohon, bunga, meja, kursi, papan tulis, atau tempat bermain? 🌳🌷

Sekarang, coba perhatikan salah satu benda yang ada di dekat kalian.

Apa nama benda tersebut?

Apa warnanya?

Bagaimana bentuknya?

Apakah ukurannya besar atau kecil?

Mengapa kalian tertarik pada benda tersebut?

Misalnya, kalian menyukai bunga karena warnanya indah. Ada juga yang menyukai pohon karena bentuknya menarik dan membuat lingkungan sekolah terasa sejuk.

Nah, ternyata kita dapat menemukan banyak objek menarik di sekitar kita. Setiap objek memiliki ciri-ciri yang berbeda dan dapat menjadi inspirasi untuk membuat karya seni.

Hari ini, kita akan menjadi “Detektif Cilik Seni Rupa” yang bertugas mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah, kemudian menyebutkan objek yang paling menarik menurut diri kita sendiri. Ayo belajar dengan ceria! 🎨

πŸ’— KETERKAITAN ASMAUL HUSNA
1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai keindahan alam, seperti pohon, bunga, langit, burung, dan manusia.

Saat mengamati lingkungan sekolah, peserta didik belajar mengenali keindahan ciptaan Allah serta mensyukurinya dengan menjaga dan merawat lingkungan.

Contoh penerapan: Mengamati bunga di taman sekolah dan tidak memetiknya sembarangan.

2. Al-Malik (Maha Merajai)
Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan menguasai seluruh alam. Kita dapat belajar menjaga keteraturan dan menggunakan benda-benda di sekolah dengan baik.

Contoh penerapan: Mengamati lingkungan dengan tertib, tidak mengganggu teman, serta mengembalikan alat gambar ke tempatnya.

3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan berbagai nikmat yang dapat kita manfaatkan untuk belajar dan berkarya, seperti kertas, pensil, kayu, dan tumbuhan.

Contoh penerapan: Bersyukur atas alat belajar yang dimiliki, menggunakannya dengan hemat, serta tidak merusak benda dan tanaman di sekolah.

πŸ“– Ayat Al-Qur'an
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan.”

(QS. As-Sajdah: 7)

Ayat ini mengajak kita menyadari keindahan ciptaan Allah. Melalui pengamatan lingkungan sekolah, kita belajar mengenali keindahan tersebut dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur.

didik membaca.

Saat mengamati suasana, perhatikan benda yang terlihat, kegiatan yang dilakukan, serta hal yang membuat suasana tersebut menarik.

πŸ“Œ MATERI PEMBELAJARAN
yuk kita simak video pembelajaran dibawah ini:

πŸ’— 1. Apa Itu Objek?
Objek adalah benda atau sesuatu yang dapat kita amati.

Objek dapat ditemukan di dalam kelas maupun di luar kelas.

Contoh objek di lingkungan sekolah:

ε…ˆδΊΊγ«ζ„Ÿθ¬|η₯žεŸΌεΈ‚
Pohon

Berwarna hijau, memiliki batang dan daun

Bunga kertas
Bunga kertas
Bunga

Memiliki kelopak dan warna yang beragam.

Empty wooden desks in a classroom
Meja dan kursi

Empty wooden desks in a classroom

Digunakan untuk kegiatan belajar.

SMAN 1 Klaten
Tiang bendera



Digunakan untuk mengibarkan bendera.

πŸ’— 2. Mengenal Ciri-Ciri Objek
Saat mengamati objek, kita dapat memperhatikan beberapa ciri berikut.

Ciri objek

Contoh

Bentuk

Bulat, panjang, persegi

Warna

Merah, kuning, hijau, biru

Ukuran

Besar atau kecil

Kegunaan

Meja untuk belajar, tempat sampah untuk membuang sampah

Contoh pengamatan:

Objek yang diamati adalah bunga.

Nama objek: bunga.

Warna: merah muda.

Bentuk: memiliki kelopak.

Ukuran: kecil.

Hal yang menarik: warnanya cantik.

πŸ’— 3. Mengamati Suasana Lingkungan Sekolah
Selain benda, kita juga dapat mengamati suasana di sekitar sekolah.

Contohnya:

Suasana kelas saat peserta didik belajar.

Suasana taman dengan pohon dan bunga.

Suasana halaman saat peserta didik bermain.

Suasana perpustakaan saat peserta didik membaca.

Saat mengamati suasana, perhatikan benda yang terlihat, kegiatan yang dilakukan, serta hal yang membuat suasana tersebut menarik.

πŸ’— 4. Menentukan Objek yang Menarik
Setiap peserta didik boleh memilih objek yang berbeda karena setiap orang memiliki kesukaan masing-masing.

Contoh:

Rani memilih bunga.

Alasannya: “Saya suka bunga karena warnanya indah.”

Budi memilih lapangan sekolah.

Alasannya: “Saya suka lapangan karena luas dan dapat digunakan untuk bermain.”

Dina memilih perpustakaan.

Alasannya: “Saya suka perpustakaan karena banyak buku cerita.”

Tidak ada pilihan yang harus sama. Yang terpenting, peserta didik dapat menyebutkan objek dan menjelaskan alasannya dengan sederhana.

πŸ’— 5. Menggambar Objek yang Disukai
Setelah melakukan pengamatan, peserta didik dapat menggambar objek yang paling menarik menurut dirinya.

Langkah-langkahnya:

Pilih satu objek yang disukai.

Amati bentuk dan ciri-cirinya.

Gambar objek menggunakan pensil.

Tambahkan warna sesuai pengamatan atau kreativitas.

Ceritakan alasan memilih objek tersebut.

πŸ“Œ CONTOH LATIHAN SOAL
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!

1. Benda yang digunakan untuk duduk di kelas adalah ....

a. bunga

b. kursi

c. pohon

2. Saat mengamati objek, kita dapat memperhatikan ....

a. warna dan bentuk

b. rasa makanan saja

c. suara saja

3. Rani menyukai bunga karena warnanya indah. Objek yang menarik bagi Rani adalah ....

a. meja

b. bunga

c. papan tulis

B. Isian Singkat
1. Sebutkan dua objek yang ada di lingkungan sekolah!

Jawab: ....................................................

2. Objek yang paling menarik bagi saya adalah ....

Jawab: ....................................................

3. Saya menyukai objek tersebut karena ....

Jawab: ....................................................

C. Latihan Mengamati dan Bercerita
Amatilah satu objek di lingkungan sekolah, kemudian lengkapi kalimat berikut.

Nama objek: ........................................

Warna objek: ........................................

Bentuk objek: ........................................

Hal yang menarik: ........................................

πŸ“Œ ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen awal (diagnostik)

Guru bertanya kepada peserta didik tentang benda-benda yang mereka kenal di lingkungan sekolah.

2. Asesmen proses (formatif)

Guru mengamati kemampuan peserta didik dalam:

Menyebutkan objek yang ditemukan.

Mengidentifikasi warna, bentuk, dan ciri objek.

Menjelaskan alasan memilih objek.

Menunjukkan sikap teliti dan menghargai pendapat teman.

3. Asesmen akhir

Peserta didik diminta memilih satu objek yang menarik, menggambarnya, dan menceritakan hasil pengamatannya dengan bahasa sederhana.

🌷 REFLEKSI PESERTA DIDIK
Peserta didik melengkapi pernyataan berikut secara lisan:

Hari ini saya mengamati objek berupa ....

Objek yang paling menarik bagi saya adalah ....

Saya menyukai objek tersebut karena ....

Saya akan menjaga lingkungan sekolah dengan cara ....

🌷 TINDAK LANJUT
Peserta didik yang sudah memahami materi: memilih dua objek dan menjelaskan perbedaan bentuk, warna, atau ukurannya.

Peserta didik yang masih memerlukan bimbingan: mengamati gambar objek sederhana dan dibantu guru menyebutkan nama serta ciri-cirinya.

πŸ’— KESIMPULAN
Lingkungan sekolah memiliki banyak objek yang menarik untuk diamati. Kita dapat mengenali objek berdasarkan nama, bentuk, warna, ukuran, dan kegunaannya. Setiap peserta didik boleh memiliki objek favorit yang berbeda. Melalui kegiatan mengamati, menyebutkan, menggambar, dan menceritakan objek, kita belajar mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah. 🌳🎨

Ibu akhiri, wassalamalaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Kesimpulan/Refleksi Pelajaran

Hari ini murid melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di kelas dengan baik. Murid belajar mengenai Mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah dan menyebutkan objek yang menarik dengan penuh semangat. Murid dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan antusias. Murid berlatih soal mengenai Mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah dan menyebutkan objek yang menarik dengan jawaban yang sesuai dengan baik dan tepat.

Kendala

Dalam pembelajaran hari ini mengenai materi Mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah dan menyebutkan objek yang menarik beberapa murid masih bingung dalam menuangkan ide objek menarik yang akan digambarnya.

Tindak Lanjut

Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan belajar dengan mengulas kembali materi. Murid akan diberikan latihan. Murid yang sudah memahami materi akan diberikan latihan tambahan agar semakin terampil dan percaya diri dalam menguasai  materi.

Capaian Tujuan Pembelajaran

Murid sudah mampu Mengamati benda dan suasana di lingkungan sekolah dan menyebutkan objek yang menarik

Jumlah murid yang hadir : 25
Jumlah murid yang tidak hadir : 3

Jumlah murid yang paham : 22
Jumlah murid yang belum paham

Selasa, 20 Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 PAK

 KELAS 1C SD AL AZHAR 2

BANDAR  LAMPUNG



πŸ“Œ IDENTITAS
Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih,, S. Pd. 
Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
Fase/Kelas: A / 1C Ustman Bin Affan
Mata Pelajaran: Pendidikan Anti Korupsi
Materi: Menerapkan dan membiasakan sikap jujur
Pertemuan Ke: 11 (1 JP)

πŸ’— CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengenal arti sikap jujur, memahami pentingnya berkata dan bertindak sesuai kenyataan, serta menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membiasakan diri berkata benar, mengakui kesalahan, tidak mengambil barang milik orang lain, tidak menyontek, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

πŸ’— TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat menjelaskan arti sikap jujur, menyebutkan contoh perilaku jujur dan tidak jujur, membedakan tindakan yang menunjukkan kejujuran dan kebohongan, menjelaskan manfaat bersikap jujur, menceritakan pengalaman menerapkan sikap jujur, serta membiasakan perilaku jujur di rumah dan di sekolah.

🌷 Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik belajar menyadari bahwa sikap jujur merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan setiap hari. Kejujuran berarti berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.

Peserta didik mengamati:

✏️ Perilaku yang menunjukkan sikap jujur.

✏️ Perilaku yang termasuk tidak jujur.

✏️ Pentingnya berkata sesuai kenyataan.

✏️ Keberanian mengakui kesalahan.

✏️ Tanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan.

✏️ Akibat dari berbohong atau tidak berkata sebenarnya.

Contoh:

Rani tidak sengaja menjatuhkan pensil milik temannya hingga patah.

Rani berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada temannya.

✏️ Rani berkata sesuai kenyataan.

πŸ’— Rani menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

🌷 Teman Rani mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Peserta didik menyadari bahwa bersikap jujur perlu dilakukan meskipun tidak ada orang yang melihat. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani mengakuinya dan berusaha memperbaikinya.
🌷 Meaningful (Bermakna)
Peserta didik memahami bahwa sikap jujur berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan kegiatan seperti:

Berkata sebenarnya kepada orang tua.

Mengakui jika belum mengerjakan tugas.

Tidak menyontek saat mengerjakan soal.

Mengembalikan pensil milik teman.

Tidak mengambil uang tanpa izin.

Mengakui kesalahan ketika merusakkan barang.

Tidak menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.

Mengembalikan uang kembalian yang berlebih.

Menyampaikan hasil pekerjaan sesuai kenyataan.

Berani meminta maaf setelah melakukan kesalahan.

Contoh:

Dina menemukan uang di dekat meja kelas.

Dina tidak mengambil uang tersebut untuk dirinya sendiri. Dina menyerahkan uang itu kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Dina merasa senang karena telah melakukan tindakan yang benar.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa sikap jujur membuat orang lain percaya kepada kita, menjaga hubungan baik dengan teman, dan membantu menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman.

🌷 Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik belajar menerapkan dan membiasakan sikap jujur melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

Bermain “Detektif Kejujuran”.

Mengamati gambar perilaku jujur dan tidak jujur.

Bermain “Jujur atau Tidak Jujur?”.

Mengelompokkan kartu perilaku.

Bermain peran menjadi anak yang jujur.

Bermain “Pilih Sikap yang Tepat”.

Mendengarkan cerita tentang kejujuran.

Menceritakan pengalaman berkata jujur.

Membuat “Pohon Kejujuran”.

Mengucapkan “Janji Anak Jujur”.

Mengerjakan LKPD bergambar.

πŸ’— ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengenal pengertian sikap jujur.

Menyebutkan contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenali contoh perilaku jujur di rumah.

Mengenali contoh perilaku jujur di sekolah.

Membedakan perilaku jujur dan tidak jujur.

Menjelaskan pentingnya berkata sesuai kenyataan.

Menjelaskan manfaat membiasakan sikap jujur.

Mengenali akibat dari perilaku tidak jujur.

Membiasakan diri mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Membiasakan diri tidak mengambil barang milik orang lain.

Menceritakan pengalaman menerapkan sikap jujur.

Membiasakan perilaku jujur dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

πŸ’— MODEL/METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran:
Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah sederhana melalui situasi yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Metode Pembelajaran:
Tanya jawab.

Mengamati gambar.

Penugasan.

Refleksi pembelajaran.

πŸ’— MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA
Gambar perilaku jujur dan tidak jujur.

Gambar anak mengakui kesalahan.

Kartu bertuliskan “JUJUR” dan “TIDAK JUJUR”.

LKPD bergambar.

πŸ“Œ APERSEPSI
Bismillahirrahmanirrahim.

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 1C! πŸ’—

Apa kabar hari ini?

Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum belajar, mari kita berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat. 🀲✨

Anak-anak, coba ingat kembali kegiatan kalian di rumah dan di sekolah.

🌷 Siapa yang pernah berkata jujur kepada orang tua?

🌷 Siapa yang berani mengakui kesalahan?

🌷 Apa yang kalian lakukan jika menemukan pensil milik teman?

🌷 Apa yang kalian lakukan jika belum menyelesaikan tugas?

Wah, ternyata banyak kesempatan bagi kita untuk membiasakan sikap jujur!

Sekarang, coba bayangkan dua situasi berikut.

🏑 Situasi 1: Rani Anak Jujur
Rani tidak sengaja menumpahkan air di lantai kelas.

Ketika guru bertanya siapa yang menumpahkan air, Rani berani mengakui bahwa dirinya yang melakukannya.

Rani meminta maaf dan membantu membersihkan lantai dengan arahan guru.

Rani sudah menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

🏫 Situasi 2: Beni Tidak Berkata Sebenarnya
Beni tidak sengaja merusakkan penggaris milik temannya.

Ketika ditanya, Beni mengatakan bahwa bukan dirinya yang merusakkan penggaris tersebut.

Beni belum menunjukkan sikap jujur karena tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya.

Anak-anak, dari kedua situasi tersebut, perilaku manakah yang sebaiknya kita contoh?

Tentu saja perilaku Rani, karena Rani berani berkata jujur, mengakui kesalahan, dan berusaha memperbaikinya.
Hari ini kita akan belajar:
πŸ’— Mengenal arti sikap jujur.

πŸ’— Mengetahui contoh perilaku jujur dan tidak jujur.

πŸ’— Memahami manfaat membiasakan sikap jujur.

πŸ’— Belajar berani mengakui kesalahan.

πŸ’— Membiasakan diri menjadi anak yang jujur dan bertanggung jawab.

πŸ’— KETERKAITAN DENGAN NILAI PANCASILA
Sholeh dan sholehah, sikap jujur merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bersikap jujur, kita belajar menghormati orang lain, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.

Kebiasaan tersebut berkaitan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Contohnya:

🌷 Sila ke-1 — Ketuhanan Yang Maha Esa

Berkata jujur karena meyakini bahwa Allah Swt. mengetahui segala perbuatan kita.

🌷 Sila ke-2 — Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Berkata benar, tidak berbohong, meminta maaf ketika bersalah, dan tidak merugikan orang lain.

🌷 Sila ke-3 — Persatuan Indonesia

Menjaga kerukunan dengan teman, tidak menyebarkan kebohongan, dan saling percaya.

🌷 Sila ke-4 — Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Menyampaikan pendapat sesuai kenyataan dan mendengarkan pendapat orang lain dengan baik.

🌷 Sila ke-5 — Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Tidak mengambil barang milik orang lain, tidak menyontek, dan menghargai hak setiap orang.

Melalui pembelajaran ini, peserta didik memahami bahwa sikap jujur membantu menciptakan lingkungan yang adil, rukun, dan saling percaya.

πŸ’— KETERKAITAN ASMAUL HUSNA
🌷 1. Al-Khaliq — Maha Pencipta
Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Maha Pencipta seluruh makhluk.

Allah menciptakan manusia dan mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh makhluk-Nya.

Sebagai peserta didik, kita belajar membiasakan sikap jujur karena Allah mengetahui perbuatan kita, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada orang yang melihat.

Contoh:

Dina tidak sengaja memecahkan gelas di rumah.

Dina berani memberi tahu Ibu tentang kejadian tersebut dan meminta maaf.

Dina belajar berkata jujur dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa kejujuran perlu dibiasakan dalam setiap keadaan.

🌷 2. Al-Malik — Maha Merajai
Allah Swt. adalah Al-Malik, yaitu Maha Merajai seluruh alam semesta.

Sebagai peserta didik, kita belajar menaati aturan, menghargai hak orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Contoh:

Budi menemukan pensil milik temannya di bawah meja.

Budi tidak mengambil pensil tersebut untuk dirinya sendiri. Budi menyerahkannya kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Budi belajar menghargai hak orang lain dan melakukan tindakan yang benar.

Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Allah memberikan rezeki kepada makhluk-Nya. Kita perlu bersyukur atas nikmat tersebut dan membiasakan diri mendapatkan sesuatu melalui cara yang baik.

Contoh:

Siti menerima uang kembalian dari Ibu. Setelah menghitungnya, Siti mengetahui bahwa uang yang diterimanya berlebih.

Siti segera mengembalikan kelebihan uang tersebut kepada Ibu.

Siti menunjukkan rasa syukur, kejujuran, dan tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan hak kita.

Alhamdulillah. πŸ€²πŸ’—

πŸ’— MATERI PEMBELAJARAN
Yuk kita simak video pembelajaran dibawah ini:





πŸ’— 1. Mengenal Sikap Jujur
Sikap jujur adalah berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.

Anak yang jujur berani mengatakan hal yang sebenarnya, tidak berbohong, dan tidak menipu orang lain.

Contoh sikap jujur:

🌷 Mengakui kesalahan.

🌷 Berkata sebenarnya kepada orang tua.

🌷 Tidak menyontek saat mengerjakan soal.

🌷 Mengembalikan barang milik teman.

🌷 Mengatakan dengan jujur jika belum mengerjakan tugas.

🌷 Meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Dengan membiasakan sikap jujur, kita belajar menjadi anak yang dapat dipercaya.

πŸ’— 2. Contoh Perilaku Jujur di Rumah
Di rumah, kita dapat menunjukkan sikap jujur melalui kebiasaan sederhana.

Contohnya:

🏑 Mengakui jika belum merapikan tempat tidur.

🏑 Berkata sebenarnya ketika ditanya orang tua.

🏑 Mengakui jika tidak sengaja merusakkan barang.

🏑 Mengembalikan uang kembalian yang berlebih.

🏑 Tidak mengambil uang tanpa izin.

🏑 Mengatakan jika belum menyelesaikan tugas rumah.

Contoh cerita:

Ibu bertanya kepada Rani apakah ia sudah merapikan tempat tidur.

Rani menjawab, “Belum, Bu. Saya akan merapikannya sekarang.”

Rani menunjukkan sikap jujur karena mengatakan keadaan yang sebenarnya dan bersedia bertanggung jawab.

πŸ’— 3. Contoh Perilaku Jujur di Sekolah
Di sekolah, kita juga perlu membiasakan sikap jujur.

Contohnya:

🌷 Tidak menyontek pekerjaan teman.

🌷 Tidak berbohong kepada guru.

🌷 Mengakui jika lupa mengerjakan tugas.

🌷 Mengembalikan barang yang ditemukan.

🌷 Tidak mengambil alat tulis milik teman tanpa izin.

🌷 Mengakui kesalahan ketika melakukan sesuatu yang tidak benar.

Contoh cerita:

Saat mengerjakan soal, Andi melihat jawaban temannya.

Andi memilih mengerjakan soal sendiri sesuai kemampuannya.

Andi menunjukkan sikap jujur dan berusaha percaya pada kemampuannya sendiri.

πŸ’— 4. Contoh Perilaku Tidak Jujur
Perilaku tidak jujur adalah tindakan yang tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya berkata bohong atau menyembunyikan kebenaran untuk menghindari tanggung jawab.

Contohnya:

Berbohong kepada orang tua.

Menyontek ketika mengerjakan soal.

Mengambil barang milik teman tanpa izin.

Menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.

Mengaku sudah mengerjakan tugas padahal belum.

Tidak mengakui kesalahan yang dilakukan.

Ingat!

Jika melakukan kesalahan, kita tidak perlu menutupinya dengan kebohongan. Kita harus berani berkata jujur, meminta maaf, dan berusaha memperbaiki kesalahan.

πŸ’— 5. Manfaat Membiasakan Sikap Jujur
Sikap jujur memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Manfaat bersikap jujur:

Dipercaya oleh orang lain.

Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

Hati terasa lebih tenang.

Belajar bertanggung jawab.

Tidak merugikan orang lain.

Menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

Membantu membangun kebiasaan antikorupsi sejak dini.

Contoh:

Ketika Siti selalu mengembalikan barang yang dipinjam, teman-temannya merasa senang dan percaya kepadanya.

Siti belajar bahwa kejujuran membantu menjaga persahabatan.
πŸ’— 6. Akibat Perilaku Tidak Jujur
Perilaku tidak jujur dapat menimbulkan akibat yang merugikan.

Contohnya:

🌷 Berbohong → orang lain dapat kehilangan kepercayaan.

🌷 Menyontek → kita tidak mengetahui kemampuan diri sendiri dengan benar.

🌷 Mengambil barang teman → teman dapat merasa sedih dan dirugikan.

🌷 Menyalahkan orang lain → masalah menjadi lebih sulit diselesaikan.

🌷 Menyembunyikan kesalahan → kesalahan tidak segera diperbaiki.

Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri berkata jujur dan berani bertanggung jawab atas perbuatan sendiri.

πŸ’— 7. Membiasakan Diri Bersikap Jujur
Sikap jujur perlu dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika ada orang yang mengawasi.

Cara membiasakan sikap jujur:

Membiasakan berkata sesuai kenyataan.

Berani mengakui kesalahan.

Meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Tidak menyontek ketika mengerjakan tugas.

Tidak mengambil barang milik orang lain.

Mengembalikan barang yang ditemukan.

Bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Berusaha memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya.

Contoh:

Beni tidak sengaja menumpahkan air di kelas.

Beni segera memberi tahu guru dan meminta izin untuk membantu membersihkannya.

Beni menunjukkan sikap jujur karena berani mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

πŸ’— 8. Menceritakan Pengalaman Bersikap Jujur
Setiap peserta didik dapat memiliki pengalaman yang berbeda ketika menerapkan sikap jujur.

Kita dapat menceritakan pengalaman tersebut menggunakan kalimat sederhana.

Contoh cerita:

“Suatu hari, saya menemukan pensil milik teman di kelas. Saya menyerahkan pensil tersebut kepada guru. Saya senang karena dapat membantu mengembalikan barang kepada pemiliknya. Saya ingin selalu bersikap jujur.”

Peserta didik dapat menceritakan pengalamannya dengan menjawab pertanyaan berikut:

Apa yang terjadi?

Di mana kejadian tersebut berlangsung?

Apa yang kamu lakukan?

Mengapa kamu memilih tindakan tersebut?

Bagaimana perasaanmu setelah bersikap jujur?

Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar mengenali perilaku baik dan membangun kebiasaan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menjelaskan bahwa pohon tersebut menjadi pengingat untuk membiasakan sikap jujur setiap hari.

Tujuan: Peserta didik mengenali dan membuat komitmen untuk menerapkan perilaku jujur.

πŸ’— Kegiatan 5 — “Ceritakan Pengalaman Jujurku” πŸ’—
Guru meminta peserta didik menceritakan satu pengalaman ketika berkata jujur atau melihat perilaku jujur.

Peserta didik dapat melengkapi kalimat berikut:

Pengalaman jujur yang pernah saya lakukan adalah ....

Kejadian tersebut berlangsung di ....

Saya bersikap jujur dengan cara ....

Manfaat dari tindakan saya adalah ....

Saya merasa ... setelah bersikap jujur.

Contoh:
2. Apa yang kamu lakukan jika tidak sengaja merusakkan barang teman?

Jawaban: ..........................................................

3. Apa yang kamu lakukan jika menemukan uang di kelas?

Jawaban: ..........................................................

4. Mengapa kita tidak boleh berbohong?

Jawaban: ..........................................................

5. Tuliskan satu janji untuk membiasakan sikap jujur!

Jawaban: ..........................................................

πŸ’— PENUTUP
Alhamdulillah, anak-anak hebat, hari ini kita sudah belajar mengenal dan membiasakan sikap jujur. πŸ’—

Kita belajar bahwa kejujuran berarti berkata dan bertindak sesuai kenyataan. Kita juga belajar mengakui kesalahan, menghargai hak orang lain, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Ingat ya, sholeh dan sholehah:

🌷 Aku berkata sesuai kenyataan.

🌷 Aku berani mengakui kesalahan.

🌷 Aku tidak menyontek.

🌷 Aku tidak mengambil barang milik orang lain.

🌷 Aku mengembalikan barang yang kutemukan.

🌷 Aku meminta maaf jika melakukan kesalahan.

🌷 Aku bertanggung jawab atas perbuatanku.

🌷 Aku membiasakan sikap jujur setiap hari.

Semoga kita menjadi anak yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya oleh orang tua, guru, serta teman-teman.

“Aku Anak Jujur, Aku Anak Hebat!” πŸ’—πŸŒ·

Alhamdulillahirabbil'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌷

Kunci Jawaban

A. Pilihan Ganda
b. kenyataan

c. mengakui kesalahan

b. mengembalikannya

a. menyontek

c. dipercaya orang lain

B. Isian Singkat
Jujur

Mengakui kesalahan

Dikembalikan kepada pemiliknya

Menyontek

Orang lain

Kesimpulan/Refleksi Pelajaran

Hari ini murid melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di kelas dengan baik. Murid belajar mengenai Membiasakan mematuhi aturan di lingkungan rumah dengan penuh semangat. Murid dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan antusias. Murid berlatih soal mengenai Membiasakan mematuhi aturan di lingkungan rumah dengan jawaban yang sesuai dengan baik dan tepat.

Kendala

Dalam pembelajaran hari ini mengenai materi Menerapkan dan membiasakan sikap jujur beberapa murid sudah faham namun kendala nya terdapat pada murid yang masih bimbingan dalam membaca.

Tindak Lanjut

Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan belajar dengan mengulas kembali materi. Murid akan diberikan latihan. Murid yang sudah memahami materi akan diberikan latihan tambahan agar semakin terampil dan percaya diri dalam menguasai  materi.

Capaian Tujuan Pembelajaran

Murid sudah mampu memahami Menerapkan dan membiasakan sikap jujur

Jumlah murid yang hadir : 26
Jumlah murid yang tidak hadir : 2

Jumlah murid yang paham : 23
Jumlah murid yang belum paham : 3

Jumat, 23 Oktober 2026 ADAB

  KELAS 1C SD AL AZHAR 2 BANDAR  LAMPUNG πŸ“Œ IDENTITAS Nama Guru: Hesti Windari, S.Pd. dan Silva Ayuningsih, S. Pd.  Hari/Tanggal: Jumat, 23 ...